STRIKER.ID – Persita Tangerang akhirnya dapat bernafas lega lantaran bisa kembali bermarkas di Tangerang setelah beberapa laga sebelumnya harus menjadi tim musafir lantaran seringnya aksi tawuran yang terjadi ketika mereka bermain. Parahnya, selalu memakan korban jiwa.

Baca Juga

Bahkan, akibat seringnya terjadi kerusuhan tersebut, Kota Tangerang mendapat fatwa kota haram sepakbola yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Berbicara Persita, kini mereka bermarkas di Stadion baru yakni stadion Benteng Taruna. Melihat perkembangan pembanguanan Stadion Benteng, stadion ini disebut-sebut sudah bertaraf internasional.

Dibangun di atas lahan seluas 15 hektare yang dilengkapi dengan banyak fasilitas pendukung seperti gedung olahraga dengan kapasitas 3000 orang, GOR Mini yang bisa menampung 1000 orang, trek atletik, lapangan baseball, basket, arena panjat tebing dan masih banyak venue cabor lainnya.

Sejak mulai dibangun 2014 hingga saat ini sudah dikucurkan Rp 100 miliar dari APBD Kabupaten Tangerang untuk pembangunan stadion ini.

Padahal stadion Benteng dalam beberapa tahun ke belakang sempat jadi sorotan karena tak terurus dan tak terawat. Sebelum dilakukan renovasi pada 2014 terlihat sangat miris. Rumput tumbuh subur, ladang rumput sering dimanfaatkan warga untuk memberi makan hewan ternak peliharaannya. Bahkan, sejumlah warga setempat menggunakan stadion ini tempat berjemur pakaian.

“Dari hasil verifikasi segi lapangan sudah sangat memenuhi, bahkan standar AFC, kualitas cahaya pertandingan malam mendukung, segi ruang ganti, ruang press confrence sudah memenuhi standar semua,” kata manajer Persita, Nyoman Suryantara.

Persita sendiri telah menggunakan Stadion Benteng Taruna saat menjamu Semen Padang dalam laga lanjutan Liga 2, Rabu (5/9). Sayangnya tuah baru belum berhasil dituai lantaran tim besutan Wiganda Saputra itu ditahan imbang dengan skor 1-1.

 

 

 

Komentar

komentar