STRIKER.ID – Kesuksesan Lionel Messi di Barcelona tak dibarengi dengan prestasi gemilang bersama Argentina. Hingga menginjak usia 31 tahun, La Pluga belum sekalipun merasakan gelar juara bersama Argentina. Prestasi terbaik yang bisa diraih Messi bersama La Albiceleste cuma menjadi runner up pada Piala Dunia 2014 dan Runner Up Copa Amerika 2016.

Dengan sederet kegagalan tersebut Copa America 2016 menjadi momen yang paling menyakitkan bagi Messi. Kala itu partai final yang mempertemukan  Argentina dengan Chili berjalan alot hingga harus diselesaikan dengan adu pinalti. Dan tanpa diduga Messi yang ditunjuk menjadi eksekutor pertama gagal mengeksekusi bola sehingga membuat Argentina gagal meraih juara.

Claude Makelele : Jose Mourinho Kewalahan Hadapi Generasi Baru

Setelah kegagalan tersebut Messi tiba-tiba saja mengumumkan dirinya pensiun dari timnas di usianya yang baru 29 tahun.

Elvio Paolorosso, pelatih kesehatan timnas Argentina mengatakan kekalahan tersebut memberikan impact yang sangat besar bagi seorang Messi. Pelatih yang bekerja dibawah manajer Argentina, Gerardo Martino tersebut pernah mendapati Messi tengah menangis sendirian meratapi kesalahannya di adu tos-tosan. Bahkan sangking emosionalnya, Paolorosso menggambarkan Messi layaknya anak kecil yang menangis karena kehilangan ibunya.

“Jam 2 dini hari atau kurang saya pergi keruang penyimpanan dan saya menemukan Leo [Messi] benar-benar sendiri, menangis seperti bocah yang kehilangan ibunya,” ujar Paolorroso dilansir dari Marca.com.

“Dia sangat putus asa dan tak ada seorang pun yang bisa menghiburnya. Saya [kemudian] memeluknya dan kami meminum beberapa whine bersama.”

“Saya mengenal Messi di Barcelona dan Argentina dan yang hanya saya berikan adalah kata-kata terima kasih. Dia selalu bekerja sama dengan baik, dia bahkan tahu jika lapangan terlalu keras atau lembek,” lanjutnya.

Terus Dikaitkan Dengan Manchester United, Begini Kata Toby Alderweireld

Pada akhirnya Messi mengurungkan niatnya untuk pensiun setelah dibujuk. Pun demikian lantas membuat Argentina bertambah baik. Pada Piala Dunia 2018 saja Argentina nyaris gagal dibabak kualifikasi. Beruntung mereka lolos meskipun akhirnya gagal dibabak 16 besar.

Komentar

komentar