photo: offside.co.id

STRIKER.ID-Kesuksesan timnas Indonesia U-16 mengalahkan timnas Iran idi babak penyisihan Piala AFC dengan skor telak 2-0 memberi semangat baru bagi sepakbola Indonesia, pasalnya timnas Iran merupakan salah sat tim kuat di turnamen ini. Tercatat timnas Asia Tenggara yang bisa mengalahkan timnas Iran hanya ada dua sepanjang di perhelatan turnamen bergengsi ini, dua tim tersebut adalah timnas Thailand dan timnas Indonesia sendiri.

Kesuksesan pasukan Garuda Asia untuk sementara waktu ini merupakan buah dari kerja keras yang telah dilakukan oleh tim pelatih timnas dibawah asuhan pelatih Fakhri Husaini. Selain latihan keras yang membuat permainan Bagus Kahfi Cs kompak adalah beragam aturan ketat yang mampu dijalankan dengan cukup apik oleh mereka.

Ya, pelatih fakhri Husaini memang sengaja menjalankan aturan ketat selama menangani pasukan timnas usia muda ini. Beragam aturan ketat mulai sebelum latihan hingga pasca latihan benar benar membuat pemain timnas kuat dan kompak.

Seperti saat latihan, para pemain muda ini tak boleh membuang sampah dengan sembarangan, aturan datang ke lapangan bersih pulang juga harus bersih menjadi sebuah kebiasaan yang rutin dilakukan oleh tim yang telah menjadi jawara di ajang Piala AFF 2018 Agustus lalu.

“Jangan tinggalkan sampah apapun,” kata Fakhri dilansir dari kabarberita.id

Selain itu, aturan bertemu dengan para awak media juga diberlakukan, awak media yang meliput perjuangan timnas juga tak bisa sembarangan melakukan wawancara dengan setiap pemain. Selain itu aturan menjaga pola makan juga diberlakukan oleh tim kepelatihan fakhri Husaini.

“Kami dilarang merokok dan mabuk. Tidak boleh tidur di atas jam 10 malam. Pola makan harus dijaga. Tidak boleh makan yang pedas-pedas, tidak boleh makan mie instan dan minum minuman bersoda,” kata Cecep

Bahkan Sutan Zico dan kawan kawan juga tak bisa sembarangan menggunakan gawai mereka baik sebelum pertandingan maupun setelah pertandingan.

Menurut pemain timnas Indonesia di era 1990-an tersebut, peraturan dari dirinya kepada pemain semata-mata sebagai bagian dari latihan karena sepak bola dianggapnya bukanlah sekadar permainan di atas lapangan. Melainkan sepak bola merupakan olahraga yang nilai-nilainya harus diterapkan di seluruh lini kehidupan.

“Saya tidak mau ketika nantinya menjadi alumnus timnas U-16 Indonesia, anak-anak ini menjadi pemain yang bagus teknik sepak bolanya tetapi perilakunya bejat. Itu sama sekali tidak membanggakan,” pungkas Fakhri.

Semoga saja aturan seperti ini bisa terus diberlakukan hingga mereka ke Piala Dunia U-17

Komentar

komentar