STRIKER.ID – Awan kelabu menyelimuti sepakbola Tanah Air. Bertambah lagi jumlah suporter sepakbola Indonesia yang menjadi korban tewas saat menyaksikan sebuah pertandingan.

Terbaru adalah seorang suporter The Jakmania bernama Haringga Sirilla yang meregang nyawa akibat dikeroyok oleh sekelompok oknum Bobotoh sebelum duel sengit anatara Persib menjamu Persija di Stadion GBLA, Minggu (23/9/18).

Baca Juga

Dengan meninggalnya seorang suporter The Jak ini, tercatat lebih dari 60 suporter yang menjadi korban keganasa rivalitas saat menyaksikan pertandingan berdasarkan data Litbang Save Our Soccer (SOS) sejak tahun 1995 sampai kejadian di Stadion GBLA akhir pekan kemarin.

Dan jika melihat prosentase data yang dikeluarkan SOS  yang dirangkum dan divisualisasikan oleh Data To Visual, Pulau Jawa menjadi wilayah yang rentan dengan jatuhnya korban suporter hampir setiap musimnya dibanding beberapa wilayah seperti Sumatera, Sulawesi dan Papua.

Dan pertandingan yang rentan memakan korban di wilayah Pulau Jawa adalah saat duel klasik antara Persebaya kontra Arema FC. Data SOS menunjukkan bahwa fanatisme dua kubu suporter tersebut kerab memakan korban yang jumlahnya lebih dari 20 korban jiwa.

Data terbanyak korban suporter mulai tahun 1995 hingga 2018 masih dipegang oleh Persebaya Surabaya dengan catatan 16 korban. Disusul Arema 9 korban Jiwa, Persija 7, PSIS dan Persib masing-masing 5 korban Jiwa, dan beberapa klub lainnya di berbagai kasta Liga Indonesia dengan jumlah keseluruhan 63 korban.

sumber gambar: Data to Visual

Memang dalam sepak bola semdiri tidak diharamkan Rivaliatas antar tim maupun suporter. Hanya saja, rivalitas itu sejatinya hanya berlangsung selama 90 menit pertandingan. Selepas itu para suporter adalah saudara karena satu bangsa dan se-Tanah Air.

 

Komentar

komentar