STRIKER.ID – Bagi pecinta sepakbola Tanah Air tentu tak asing dengan nama playmaker kidal asal Uruguay, Ronald Fagundez. Iya pemain yang kini berusia 39 tahun tersebut ternyata masih aktif menitih karir sepakbolanya.

Baca Juga

Hanya saja ia tidak bermain di liga profesional, melainkan di Liga Antar Kampung (Tarkam). Terbaru ia bermain di liga antar Kecamatan di Boyolali dengan membela kesebelasan Cepogo yang digelar di Stadion Kragilan, kompleks SMPN 3 Mojosongo, Boyolali, Rabu (26/9/2018).

Dilansir dari Solopos, dalam laga yang melawan kesebelasan Nogosari itu, Fagundez kerap mempertontonkan skill-nya saat memainkan bola dan melewati hadangan pemain lawan. Hanya saja ia digantikan oleh pemain lain di menit ke-60 setelah menjadi kreator tim Cepogo.

Bermain di Liga Tarkam tampak sudah mulai menjadi rutinitas Fagundes untuk mengais rezeki di Tanah Air. Tahun lalu ia membela kesebelasan Ampel di turnamen yang sama.

Sepertinya ia kesulitan untuk kembali bermain di Liga profesional karena tak ada yang mau memberikan ia kesempatan. Terakhir pada musim 2017 lalu beredar kabar bahwa Ronald Fagundez membela Borneo FC, namun hanya untuk kegiatan launcing klub saja. Kini kiprahnya tak begitu terdengar di telinga pecinta sepakbola Tanah Air.

Jika kita tarik jauh kebelakang, Ronald Fagundez ini dikenal ketika menjadi trio asing menakutkan di Persik Kediri. Di tahun 2006, Fagundes bersama Danilo Fernando dan Christian “El Loco” Gonzales berhasil membawa Persik Kediri juarai liga teratas Indonesia dan berhak tampil di AFC Cup.

Selain itu, sejumlah klub Tanah Air juga pernah dibela oleh pemain yang memiliki tinggi badan 182 centimeter tersebut. diantaranya mengawali karir di Indonesia dengan membela PSM Makasar 2004-2006, kemudian Persik Kediri 2007-2009, Persisam Putra Samarinda 2009-2012, dan PSIS Semarang 2013.

Di musim 2014 ia dituduh terlibat dalam kasus pengaturan skor yang melibatkan PSIS Semarang dan PSS Sleman meskipun ia absen di pertandingan tersebut. Fagundez mendapat hukuman berupa larangan beraktivitas selama 5 tahun terhitung 11 November dan denda 150 juta.

Namun Fagundez tetap mendapat tempat khusus di hati para suporter PSIS Semarang, hal itu dapat dilihat dari Pertandingan uji coba pra musim melawan Arema Cronus Sabtu 28 Maret 2015. laga tersebut merupakan laga seremonial perpisahan Fagundez. Sementara pada awal Januari 2017 Ronal Fagundes mendapatkan pemutihan dari sanksi PSSI.

Sebelum mendapatkan pemutihan pada tahun 2016 Ronal Fagundes juga sempat membela PS PPKS Marihat Kabupaten Simalungun untuk turnamen tahunan Union Cup ke VIII tahun 2016.

Dan pada 2017 lalu Fagundez terlihat membela Borneo FC dalam acara launcing tim. ia sendiri seperti diketahui berada di Kota Tepian selama 4 musim dari medio 2009 hingga tahun 2012. Selama itu, pengguna nomor punggung 28 kala memperkuat tim asal Samarinda. Skill mumpuni dan akurasi umpan yang matang membuat ia jadi roh permainan kala itu.

Jika memang performa Fagundes masih bagus, tak ada salahnya jika klub profesional memanfaatkan jasa pemain asal Uruguay itu.

 

Komentar

komentar