STRIKER.ID – Atas insiden antar suporter yang memakan korban jiwa di Bandung beberapa waktu lalu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) turut bersuara.

Lembaga yang banyak melakukan advokasi perlindungan hak konsumen tersebut, mengatakan selama ini penonton olahraga , khususnya sepak bola, hak – hak nya masih banyak yang terabaikan.

Dalam siaran pers yang diterima oleh Striker.id (27/09/2018),Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi menyatakan bahwa penonton pertandingan adalah konsumen, karena mereka juga membayar tiket pertandingan.

Sehingga mereka berhak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan, sebagaimana dijamin oleh UU Perlindungan Konsumen.

Sehingga menyikapi peristiwa berdarah di Bandung YLKI mengeluarkan dua poin penting yang diharapkan jadi perhatian semua pihak, yaitu:

1. Penyelenggara (PSSI) telah gagal menjaga rasa nyaman, aman dan keselamatan penonton sebagai konsumen pertandingan olahraga. Dalam kondisi darurat, apalagi seperti sepakbola, seharusnya venue olahraga dilengkapi panic button sehingga ada pertolongan pertama;

2. Kedua klub sepak bola juga gagal melakukan pembinaan thd supporternya untuk mewujudkan hal serupa. Klub sepakbola tidak hanya bertanding untuk menang, tapi juga memberdayakan penonton dan fansnya. Mengingat, sepak bola adalah pertandingan yang menyedot fanatisme penontonnya.

Terhadap meninggalnya supporter sepak bola atau even olah raga apapun, sebagaimana dijamin dalam UU Perlindungan Konsumen, maka:

1. Penyelenggara diwajibkan memberikan kompensasi dan ganti rugi kepada konsumen yang mengalami kerugian, apalagi meninggal dunia;
2. Penyelenggara juga seharusnya mengasuransikan penontonnya, include di dalam tiketnya;

3. Klub sepak bola yang menyebabkan supporternya anarkhis, melakukan tindakan kekerasan apalagi sampai meninggal dunia, perlu diberikan sanksi keras.

 

Komentar

komentar