STRIKER.ID – Mantan penjaga gawang Timnas Indonesia, Ferry Rotinsulu ternyata turut menjadi korban dalam peristiwa gempa berkekuatan 7,7 SR disertai tsunami yang hinggap di Palu dan Donggala Jumat (28/9/2018) sore.

Baca Juga

Beruntung ia masih bisa selamat dari peristiwa yang mengerikan itu. Boleh dikatakan, Ferry baru saja lolos dari maut tsunami di palu, yang nyaris merenggutnya.

“Begini ternyata rasanya kalau kena gempa dan tsunami,” ujar Ferry, dilansir dari Sripoku.com

Mantan kiper Sriwijaya FC itu mencdritakan ketika Tsunami di Palu berlangsung, dia tengah berada di rumahnya di Palu, bersama keluarganya. Maklum Ferry baru saja berkabung setelah kepungalan ibunya, 21 September lalu.

Saat itu menurut dia, baru sore hari dan semua keluarga masih berkumpul. Bahkan, saat itu dia tengah mandi dan berada di kamar mandi. Saat Gempa berlangsung terjadi goncangan kuat dan tiba-tiba terdengar bunyi berdera, ternyata dinding kamar mandi dan rumahnya di Palu retak.

Gempa berlangsung beberapa menit itu membuatnya pasrah karena Ferry mengaku saat itu dia tengah terkurung dan tidak bisa keluar.

“Saat gempa terjadi saya sedang mandi, tahunya ada gempa, lampu langsung mati, saya pun terkurung di kamar mandi,” ujar Ferry Rotinsulu.

“Saya hanya bisa pasrah waktu itu,” jelasnya.

Diakui Ferry, jika rumahnya kini sudah hancur tidak  bersisa. Meski begitu ia bersyukur bisa selamat dari bencana ini.

“Rumah retak, dalamnya hancur gak berbisa. Rumah keluarga yang lain juga hancur semua,” jelas Ferry.

“Alhamdulillah saya bisa selamat, kalau ingat kejadian semalam udah gak tau lagi, pasrah,” pungkas Ferry Rotinsulu.

Ferry merupakan penjaga gawang yang kini kiprahnya tak bisa lagi dilihat karena sudah memutuskan gantung sepatu.

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

komentar