photo: liputan6.com

STRIKER.ID-Perjuangan timnas U-16 akhirnya harus terhenti di babak perempat final Piala Asia yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, pasukan garuda Jaya harus mengakui kekuatan timnas Australia dengan skor tipis 2-3.

Mimpi untuk terbang ke Peru tahun 2019 mendatang akhirnya harus diberikan kepada timnas Australia. Meski tak mendapat tiket menuju Piala Dunia U-17 di tahun depan, namun perjuangan Bagus Kahfi Cs mendapat apresiasi posistif dari seluruh pecinta sepakbola Indonesia.

Salah satunya dari pelatih kenamaan Liga satu dan juga Timnas, Nil Maizar. Melalui akun Instagram pribadinya, pelatih asal Padang yang kini menangani klub PS Tira tersebut menyatakan jika permainan timnas yang dilatih oleh Fackhri Husaini itu sudah semakin maju dan semakin berkembang.

Maizar juga mengatakan visi bermain timnas berjuluk Garuda Asia itu makin hari makin bagus, dari sisi teknis individu, mental dan variasi permainan mulai terlihat. Ia pun dengan terbuka menyatakan bahwa pasukan Garuda Asia itu merupakan contoh konkret dalam hal bakat dan Indonesia bisa berbicara di level Asia.

“Saya mengamati permainan adik adik ini sudah sejak lama, hingga pertandingan terakhir melawan Australia. Terlepas dari hasil akhir, setiap hari permainan adik adik kita terlihat berkembang dengan konsisten. Visi Bermain, Teknis Individu, mental dan variasi permainan mulai terlihat. Adik adik ini merupakan contoh konkret dalam hal bakat, bahwa Indonesia dapat berbicara di level Asia,” tulis Nil Maizar di Instagram pribadinya

Melihat apiknya permainan timnas U-16 itu, ia pun teringat saat dirinya berusia seperti Bagus Kahfi dan kawan kawan pada tahun 1985 silam. Mantan pelatih Semen Padang itu pun mengungah sebuah foto usang saat dirinya masih anak berusia 15 tahun.

Dalam foto yang ia unggah itu ia menuliskan sebuah keterangan jika saat itu dirinya memperkuat klub daerahnya yakni Persepak Payakumbuh dan menjadi pemain reguler dengan usia termuda.

“Foto disamping merupakan foto saya sewaktu pertama kali mengikuti Porda Provinsi sumbar tahun 1985. Saat itu saya berumur 15 tahun dan memperkuat klub daerah Persepak Payakumbuh. Menjadi pemain reguler dengan usia termuda,” tulis Nila Maizar dalam instagramnya.

Ia pun berharap pembinaan serta kerjasama strategis internasional bisa terus berjalan dan anak asuh Fachri Husaini ini bisa mencicipi atmosfer sepakbola Eropa.

View this post on Instagram

Terimakasih, Sepakbola Indonesia. Saya mengamati permainan adik-adik ini sudah sejak lama, hingga pertandingan terakhir melawan Australia. Terlepas dari hasil akhir, setiap hari permainan adik-adik kita terlihat berkembang dengan konsisten. Visi Bermain, Teknis individu, Mental dan Variasi Permainan mulai terlihat. Adik-Adik ini merupakan contoh konkret dalam hal bakat, bahwa Indonesia dapat berbicara di level Asia. Ketika melihat mereka bermain saya langsung teringat ketika seumuran mereka. Foto disamping merupakan foto saya sewaktu pertama kali mengikuti Porda Prov Sumbar Tahun 1985. Saat itu saya berumur 15 Tahun dan memperkuat klub daerah, Persepak Payakumbuh. Menjadi pemain reguler dengan usia termuda. Diusia ini adalah usia kritis untuk menentukan path karir adik-adik ini. Saya sebagai pelatih, dengan melihat kemampuan adik-adik ini yakin mereka dapat bersaing di kompetisi tertinggi Indonesia dikemudian hari dan menjadi tulang punggung Tim Nasional. Saya titip pesan untuk mereka agar fokus dan yakin dengan jalan yang mereka pilih saat ini. Jangan merubah keinginan tersebut setiap saat. Dengan pembinaan dan kerjasama strategis internasional, Saya berharap adik-adik ini mendapatkan kesempatan untuk dapat mencicipi atmosphere kompetisi di Eropa. #nilmaizar #kerjacerdas #sumbar #sumaterabarat #timnasional #indonesia #sepakbolaindonesia #timnasu16

A post shared by Nil Maizar (@coachnil70) on

Komentar

komentar