photo: strikr.id

STRIKER.ID – Selama ini keberadaan seorang dirigen bagi pendukung setia Arema FC, Aremania sangatlah krusial. Sehingga dengan sanksi larangan seumur hidup bagi dirigen Aremania Yuli Sumpil, menjadi pukulan berat bagi suporter dengan kostum khas biru ini.

Namun soal siapa sosok yang akan menggatikan posisi nya sebagai dirigen atau capo bagi ribuan Aremania, Yuli belum bisa memastikan. Bahkan pria asli Malang tersebut berpendapat, hingga saat ini tidak ada sosok yang mampu melakukan hal tersebut.

“Sepertinya tidak ada. Sebab itu bukan karakter Aremania. Menjadi dirigen ini tidak sekadar naik ke atas pagar. Melainkan butuh proses,” ujarnya, seperti dikutip dari radarmalang.id.

Baca juga:

Lebih jauh, pria yang akrab mengenakan topi ini menjelaskan bahwa ia tidak menyerahkan jabatan dirigen tersebut kepada siapapun juga.

“Tidak bisa. Mungkin saya kalau saya menunjuk siapa, mungkin Aremania lainnya tidak terima dan malah menyuruhnya turun,” ujar pria berusia 42 tahun tersebut.

Menurutnya, menjadi dirigen bukan soal tunjuk menunjuk hidung. Melainkan ada proses yang harus dilalui, dan itu juga harus mendapat persetujuan Aremania yang lain.

“Biasanya malah kalau ada yang menocba naik, Aremania mengejek siapa yang mencoba naik ke atas pagar dan meneriakinya ‘sing elek mudun, sing elek mudun’ (yang jelek turun, yang jelek turun). Jadi kalau saya tidak disuruh turun mungkin artinya saya yang paling tampan,” sambungnya.

Ia membeberkan, dengan situasi yang ada saat ini, tidak ada Aremania yang mungkin bisa menggantikannya dalam waktu dekat.

“Kita (Aremania) ini tidak ada yang di atas, tidak ada yang di bawah. Kita diciptakan tidak ada yang lebih atas. Intinya adalah banyak cara untuk membangun kebersamaan,” tutupnya.

Komentar

komentar