foto: lentera pendidikan

STRIKER.ID – Manajemen Sriwijaya FC merasa tidak nyaman dengan gaya yang dilakukan PSSI saat melakukan pemanggilan pemain untuk Tim Nasional Indonesia.

Manajer Sriwijaya FC Ucok Hdayat mengungkapkan bahwa PSSI sudah mengajak pemain untuk bergabung dengan Pasukan Merah Putih, tanpa ada komunikasi dahulu dengan klub, seperti pihaknya.

Padahal seperti dilansir dari bolasport.com, idealnya federasi harus terlebih dahulu mengirimkan surat pemanggilan resmi. Namun kenyataan di atas lapangan berbeda. Setiap pemain dihubungi melalui telepon pribadi, kemudian surat baru muncul ketika mereka sudah bersama Timnas.

“Mereka [PSSI] tidak mengancam ke kita, tapi ke pemain.¬†Beto¬†[Alberto Goncalves] diancam. Pemain jadi takut, apalagi naturalisasi,” kata Ucok di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Jangan samakan [Stefano] Lilipaly dan [Ilija] Spasojevic, karena mereka dibiayai oleh negara, oleh PSSI. Kalau Beto dan [Esteban] Vizcarra, sepeser pun PSSI tak tahu. Setelah jadi baru, ‘ooo ini orang kita’,” tambahnya.

Jawapos.com

Baca juga:

Disamping itu, Ucok juga mengatakan bahwa klubnya merasa rugi dengan banyaknya pemain yang dipanggil ke Timnas.

Mengingat, selain Beto dan Vizcarra ada tiga pemain lainnya yang diajan gabung yakni Zulfiandi, duo timnas Indonesia U-19 Syahrian Abimanyu, dan Samuel Christiansen.

Khusus untuk Vizcarra sendiri, statusnya sudah dipulangkan lagi oleh PSSI ke Sriwijaya FC. Pemain kelahiran Argentina tersebut tidak masuk dalam list pemain Timnas kala menjamu Hongkong di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 16 Oktober mendatang.

“Tidak bijak. Kami kehilangan satu pemain inti saja kacau, apalagi lima, pemain bagus semua. Yang dipanggil memang bagus, tidak ada yang jelek.”

“Kalau orang berkuasa, tidak dapat diprotes. Kami menghadapi yang tidak jelas. Mereka selalu membawa rules, kalau umpamanya dipanggil timnas, itu aturan FIFA, jadi tidak boleh ditolak. Dan rule FIFA itu, umpamanya sedang ada timnas, tidak boleh ada kompetisi.” pungkas Ucok.

Komentar

komentar