foto: aremafc.com
STRIKER.ID –Sanksi tanpa penonton hingga akhir musim, rupanya bukan hanya memberikan dampak psikologis kepada klub dengan logo khas singa ini. Namun fasilitas kelas satu yang biasa diterima pemain, juga siap – siap untuk dikepras oleh manajemen.
Sanksi berat tersebut harus diterima Arema, setelah Komisi Disiplin PSSI menganggap mereka bersalah, dalam sejumlah insiden yang terjadi di laga derby Jatim kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan beberapa waktu yang lalu.
Kehilangan lima laga kandang tanpa penonton, membuat pemasukan Arema juga berkurang drastis. Akibatnya, kini manajemen pun mulai mengencangkan ikat pinggang.

“Kita menekan biaya operasional, agar bisa bertahan sampai akhir kompetisi. Salah satunya, ya saat laga tandang kita harus lebih berhemat,” kata General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Jika biasanya akomodoasi away Arema adalah hotel berbintang lima, maka mulai kini hal tersebut sudah tidak bisa lagi dinikmati.
“Akomodasi dan ongkos untuk menginap harus dikurangi. Kalau dulu menginapnya di hotel bintang 4 atau 5, mungkin sekarang maksimal di hotel bintang 3,” ujar Ruddy.
Baca juga:
Selain tak lagi bisa bermewah -mewah dengan fasilitas hotel bintang lima, transportasi udara Arema pun harus mengalami degradasi kualitas. Mulai saat ini manajemen akan mematok hanya menggunakan maskapai tingkat bawah.

“Pesawat juga akan kita turunkan gradenya. Semua untuk menutupi kerugian dari sektor tiket. Soal kerugian pastinya saya tidak tahu, tapi yang jelas potensi kerugian memang mencapai miliaran,” tutur Ruddy.

Namun tentu saja sebenarnya penggunaan maskapai tingkat bawah (murah) ini punya dampak besar. Dimana diketahui maskapai seperti ini sangat rawan dengan jadwal molor, yang mana hal ini bisa mempengaruhi kebugaran pemain.

Komentar

komentar