STRIKER.ID – Tak diperpanjangnya kerjasama antara PSSI dengan pelatih asal Spanyol memang kini meninggalkan pergunjingan panjang khususnya di media sosial. Hal tersebut menyusul adanya kalimat kritikan pada pesan terakhir Milla saat pamit tak lagi bisa jadi bagian dari skuad Garuda dalam akun instagram pribadinya.

Baca Juga

Pelatih 52 tahun itu menyebut bahwa ada kurang profesional pada kepemimpinan  serta manajemen yang kurang tertata, sehingga hal ini, salah satunya membuat kontraknya dengan Timnas sempat mengambang, dan akhirnya gagal.

“Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya, karena saya tidak akan melanjutkan melatih di Indonesia. Proyek selama satu setengah tahun telah selesai, meskipun manajemen sangat buruk, pelanggaran kontrak, dan para pemimpin yang kurang profesional selama 10 bulan terakhir, saya merasa telah melakukan pekerjaan dengan baik,” tulis Milla.

View this post on Instagram

Today is not an easy day for me, since I will not continue as a coach in Indonesia. A project of more than a year and a half has come to an end, where despite the poor management, constant breaking of the contract and low professionalism of the leaders, over the last ten months, I leave with the feeling of having done a good job. . Indonesia will always be my second homeland, as I appreciate how well the Town has treated my wife, my assistants and myself. I would like to thank all my Staff their support and all the hard and professional work done, especially to BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR, ARMIN, ALI, MANU, IPANG and UCCI. It has been a pleasure working with all of you! . Finally, I don´t want to say goodbye without a special mention to the players, who have shown commitment, modesty and the will to improve with an excellent attitude at all times. . I will never forget You and you will always be in my heart. Remember you have a friend in Spain for whatever. THANKS Indonesia! ?? . . . Hoy es un día triste para mí, ya que no voy a continuar como Seleccionador de Indonesia. Termina un proyecto de más de un año y medio, donde a pesar de la mala gestión, incumplimiento constante del contrato y poca profesionalidad de los dirigentes en estos últimos diez meses, me quedo con la sensación de haber hecho un buen trabajo y sintiendo que Indonesia será mi segunda casa, por cómo nos ha tratado el pueblo de Indonesia tanto a mí, como a mi mujer y a mis ayudantes. . Quería agradecer a todo mi staff la ayuda, el trabajo bien hecho y profesional empezando por BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR ARMIN, ALI, MANU, IPANG y UCCI. Ha sido un enorme placer haber trabajado con vosotros. . Por último, despedirme de los verdaderos protagonistas, los jugadores, que habéis demostrado en todo momento vuestro compromiso, humildad y ganas de mejorar, con una actitud ejemplar. Nunca os olvidaré y siempre estaréis en mi corazón. En España tenéis un amigo para lo que necesitéis. . GRACIAS DE CORAZÓN Indonesia! ?? . Sampai jumpa iagi. Terima Kasih atas dedikasi dan waktunya Selena ini.

A post shared by Luis Milla (@luismillacoach) on

Tak berlanjutnya kerjasama antara PSSI dan Luis Milla yang juga menyisakan polemik itu pun mendapat respon keras dari Eks striker timmas Indonesia di Piala AFF 2012 yang kini berprofesi sebagai pelatih klub amatir Belanda asal Arnhem, MASV, Jhonny van Beukering.

Melalui akun instagramnya, Jhonny mengkritik PSSI tidak bermoral dengan perlakuannya terhadap Luis Milla.

“Federasi menunjukkan sikap profesionalisme yang buruk, betapa busuk dan korupnya moral mereka. Untuk Luis Milla, saya berharap kamu tetap menjaga kebusukan mereka,” tulis Van Beukering.

Dilansir dari BolaSport.com, Van Beukering sendiri pernah memuji penampilan timnas di bawah asuhan Luis Milla. Menurutnya, Milla setidaknya harus dipertahankan 15 tahun jika Indonesia ingin memperoleh status juara.

“Tentu saja saya mengikuti meskipun tidak seberapa detail. Saya pikir tim ini sangat sangat baik di bawah arahan Milla. Mereka memiliki filosofi permainan modern dan tidak membosankan. Di sepak bola Indonesia terkenal hanya mengandalkan umpan panjang,” ujar Jhonny.

“Di bawah arahan Milla, Indonesia sangat drastis. Jika saya dapat berpendapat, Milla harus dipertahankan setidaknya 15 tahun jika Indonesia ingin menjadi juara,” ujar Beukering.

Sementara itu pada ajang Piala AFF 2018, Timnas Indonesia dipercayakan dibesut oleh pelatih Bima Sakti yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih.

 

 

 

Komentar

komentar