STRIKER.ID – Kapten Timnas U-23 Indonesia, Hansamu Yama ternyata memiliki firasat aneh sebelum peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air Boeing 737 Max-8 dengan nomor penerbangan JT-610 di sekitar wilayah laut Karawang Senin (29/10) pagi terjadi.

Baca Juga

Sebagaimana diketahui, Hansamu memang sempat menggegerkan publik dunia maya karena postingan sayap pesawat di akun pribadinya. Sehingga banyak yang khawatir jika Hansamu menjadi satu di antara penumpang dalam pesawat tersebut.

Tapi, para penggemarnya bisa bernafas lega setelah tak ada nama Hansamu dalam 181 daftar penumpang pesawat yang dirilis.

Dalam klarifikasi yang diucapkan Hansamu, ia memang sempat memliki firasat aneh kala menaiki pesawat Lion Air ke Jakarta, sehari sebelum kecelakaan tersebut terjadi. Ia pun kemudian berinisiatif memotret sayap pesawat yang ditumpanginya kemarin.

“Saya memang sempat memposting snapgram dengan gambar sayap pesawat Lion Air saat saya berada dalam pesawat Lion Air, tapi saya mengambil foto itu kemarin waktu saya akan mau terbang ke Jakarta, saya memang sempat berfirasat kurang enak hari itu dan saya biasanya kalau naik pesawat jarang main hp, entah tetapi hari itu saya ingin sekali main hp dan ingin mengambil gambar di dalam pesawat,” ungkap Hansamu, dilansir dari Tribunnews.com

Selain itu, Hansamu juga seolah mendapat firasat lain dengan menulis captionmenanyakan kabar Lion Air.

“Lion, are u okay ? (red : apa kamu baik-baik saja Lion Air),” tulis Hansamu di unggahan story foto sayap pesawat pada akun pribadinya.

Padahal, kala itu ia masih belum mendengar kabar jika ada pesawat Lion Air yang terjatuh.

“Entah ada firasat apa saya juga menuliskan caption itu.
Ini tanpa sepengetahuan saya kalau ada kabar juga pesawat Lion Air mengalami kecelakaan tadi pagi.
Sekali lagi itu tanpa sepengetahuan saya dan saya cek memang benar ada kecelakaan pesawat pagi tadi pagi,” tulis Hansamu.

Sebagai informasi, pesawat Lion Air Boeing 737 Max-8 dengan nomor penerbangan JT-610 itu jatuh saat membawa 181 penumpang. Saat ini proses pencarian para korban masih dilakukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

komentar