foto: ongisnade.co.id

STRIKER.ID– Tim Singo Edan Arema FC harus mengakui kekuatan tim PSIS Semarang kala mereka dijamu di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (04/11/18). Dendi Santoso Cs harus takluk 1-2 dari tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar.

Kekalahan ini membuat tim berjuluk Singo Edan ini harus kembali turun kasta ke peringkat 11 dibawah PSIS dengan mengemas 38 poin. Salah seorang gelandang Arema FC, M Rafli mengatakan jika kekalahan tim Arema FC diakibatkan karena faktor kelelahan dan perjalanan menuju Magelang.

“Mungkin kami juga kelelahan karena perjalanan darat kemarin ke Magelang. Beberapa pemain lain juga merasakannya karena perjalanan itu harusnya bisa memakai pesawat,” kata Rafli dilansir dari bola.com (04/11/18).

Tim Singo Edan sendiri, berangkat ke Magelang dengan menggunakan moda transportasi kereta api, mereka menuju Yogyakarta terlebih dahulu bru kemudian dilanjutkan dengan bus menuju Magelang. Total waktu yang dirasakan penggawa Arema di perjalanan darat tersebut kurang lebih 10 jam.

Pasukan Singo Edan pun sempat mengeluhkan kondisi tersebut. Hal itu memang harus dilakukan oleh manajemen Arema, penyebabnya tak lain adalah efek sanksi dari pihak Komdis PSSI dimana manajemen Arema FC dilarang menggelar pertandingan dengan penonton, alhasil pemasukan untuk operasional tim menurun.

Namun jika menganalisa pernyataan Rafli tersebut, masalah kelelahan bukanlah faktor paling utama, kemungkinan besar masalah ada pada tidak adanya pelatih fisik.

Pelatih fisik tentunya sangat diperlukan bagi setiap pemain di setiap klub, karena dengan adanya pelath fisik, laporan kondisi fisik setiap pemain kan terpantau terus hingga menjelang tim berangkat away ke luar kota.

 

Komentar

komentar