STRIKER.ID- Tinggal satu bulan lagi, kompetisi Liga 1 2018 akan berakhir. Namun beberapa tim kontestan Liga 1 sudah persiapan sejak “dini” guna menyongsong kompetisi musim depan. Persiapan tersebut tentunya membidik sejumlah pemain terbaik yang bakal mengisi skuat tim.

Beberapa tim seperti Barito Putera, Persija Jakarta, Persib Bandung dan beberapa tim lainya sudah selangkah lebih di depan untuk mengontrak pemain. Seperti halnya Persija dan Barito Putera yang baru baru ini mengontrak pemain jebolan timnas U-16, Bagas Kaffa dan Bagus Kaffi serta Sutan Diego Zico.

Lalu ada penjaga gawang, Ernando Ari yang bergabung dengan Persebaya, David Maulana dengan PSMS, Brylian Aldama ke Persebaya, Andre Oktaviansyah ke PS Tira, Amanar Abdillah ke Persib Bandung, serta M Uchida ke Persija Jakarta.

Meski nantinya bukan untuk tim senior namun setidaknya perekrutan beberapa alumus Timnas U-16 itu ke beberapa klub Liga teratas Indonesia itu cukup layak diacungi jempol. Rata rata para pemain tersebut dikontrak lebih dari 2 musim dengan tujuan agar saat masuk tim senior, pemain tersebut sudah matang.

Pihak Arema FC melalui General Manager, Ruddy Widodo nyatanya punya pendapat sendiri, terkait merekrut para alumnus timnas U-16 tersebut. Secara teknik rata rata pemain timnas itu tentunya sudah sangat apik. Namun bagi manajemen Arema FC, lebih baik manajemen Arema FC memilih pemain lokal ataupun di luar timnas yang permainannya berciri khas Arema, yakni keras, lugas dan memiliki mental petarung.

“Bukan kita mengesampingkan potensi potensi anak anak timnas U-16, bagus juga mengambil mereka, tapi biasanya karakter malangnya ini yang tidak kita dapat,” kata Ruddy Widodo (09/11/18)

Arema FC sendiri sejatinya sudah sering “meminang” pemain jebolan timnas, namun manajemen menyatakan rata rata karakter permainan mereka masih belum berjiwa Singo Edan.

“Saya tidak sebut nama, Arema pernah rekrut satu sampai tiga anak anak muda yang dulu di timnas U-19, bahkan U-23, ada karakter Malangnya yang gak kita dapat,” tambah Ruddy.

Apakah manajemen Trauma mengontrak pemain jebolan timnas? Ruddy Widodo mengatakan jika mengontrak pemain Timnas seperti halnya “perjudian”, karena tidak mudah juga memelihara mereka.

Gambling juga, merekrut anak 16 tahun, oke di timnas dia bagus mungkin dari diklat mana atau apa, tapi ke peak ke 23 tahun itu masih perlu 7 tahun, itu yang tidak mudah,” pungkas Ruddy.

Komentar

komentar