foto: tribunnews.com

STRIKER.ID – Tim nasional Indonesia mengawali turnamen Piala AFF 2018 dengan tidak mulus. Setelah dalam laga perdana, dikalahkan timnas Singapura dengan skor 1-0 di Stadion Nasional Singapura, Jumat (09/11).

Bermain dengan kekuatan terbaik, Indonesia yang didominasi pemain muda, justru tidak mampu berkembang dan sulit keluar dari tekanan Singapura nyaris sepanjang pertandingan.

Dalam analisa kami, setidaknya ada tiga faktor besar yang mempengaruhi ‘melempemnya’ permainan Pasukan Garuda, apa sajakah itu? Simak berikut ini:

Baca juga:

  1. Permainan terbaca
FOTO: Bolasport.com

Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti memang tampak mengadopsi formasi dan juga gaya bermain dari pelatih Indonesia sebelumnya Luis Milla. Dengan mengandalkan serangan dari sayap, serta kekuatan dua pivot di tengah yang dihuni Evan Dimas dan Zulfiandi.

Namun rupanya gaya bermain ini sudah terbaca oleh tim lawan. Pelatih Singapura Fandi Ahmad, tampak menginstruksikan pemainnya menekan dengan garis yang tinggi. Sehingga hal ini membuat pemain Indonesia mudah kehilangan bola.

Bahkan dua sayap Indonesia yang dihuni oleh Febri Haryadi- Irfan Jaya/ Riko Simanjuntak, tampak selalu dikawal satu hingga dua pemain lawan. Begitu pula Evan Dimas yang biasa jadi kreator dari lini tengah, nyaris tak berdaya mendapat pengawalan ketat para pemain Singapura.

Indonesia baru mulai bisa mengembangkan permainan ketika sudah memasuki akhir – akhir laga. Namun disiplinnya pertahanan Singapura, membuat serangan demi serangan Indonesia mudah dipatahkan.

Indonesia memang menurunkan pemain dan gaya bermain yang sama persis dengan apa yang mereka gunakan di gelaran Asian Games, serta beberapa turnamen lain sebelumnya. Sehingga tentu hal ini sudah diamati betul oleh Singapura.

Prev1 dari 3
Klik Next untuk melihat halaman selanjutnya

Komentar

komentar