STRIKER.ID – Salah satu tantangan penyelenggaraan eSport adalah mengantisipasi kecurangan yang tak terlihat. Karena kompetisi berbasis virtual maka banyak sekali celah yang bisa dimanfaatkan untuk praktik-praktik kecurangan. Misalnya memanfaatkan bug atau glitch(kecacatan game), menggunakan aplikasi kecurangan atau cheat, sampai melakukan ‘mengintip’.

Premier League Segera Luncurkan Kompetisi eSport Pertama Mereka, Begini Formatnya

Mungkin ada yang beranggapan pemain profesional tidak akan melakukan praktik kecurangan. Tapi jangan salah, ada juga kasus-kasus semacam itu dilingkup profesional.

Berikut ulasannya dilansir dari gamebrott :

 

Ian ‘Bahawaka’ Crowe, OpTic Gaming di turnamen PUBG Invitational IEM Katowice

PUBG Invitational adalah salah satu turnamen besar yang diselenggarakan oleh ESL pada bulan Maret silam. Pemain Optic Gaming, Bahwaka tertangkap di layar sedang memanfaatkan sebuat glitch, yang membuatnya mampu melihat pergerakan lawan meskipun dibalik tembok.

Meskipun tidak menggunakan aplikasi kecurangan atau cheat namun tetap saja mengeksploitasi bug dan glitch itu dilarang. Alhasil Optic Gaming didiskualifikasi dan kelihangan hadiah 12.000 USD dan gelarnya dalam turnamen tersebut.

 

Juan ‘Atun’ Ochoa, Tunder Predator pada kualifikasi The International Regional South America.

Pada bulan Juni lalu menjadi titik balik kasus eksploitasi penggunaan script di DOTA 2. Seperti diketahui script sebenarnya adalah fitur yang disediakan valve untuk memudahkan kontrol hero dalam permainan. Hanya saja tak banyak orang yang tahu karena penggunaanya cukup rumit dan memerlukan wawasan tentang sripting.

Namun kini script dilarang karena termasuk dalam tindak kecurangan. Alasanya karena algoritma dalam script mampu memberikan dampak besar dalam game.

Salah seorang pemain Tunder Predator ketahuan menggunakan script dalam babak kualifikasi. Dia menggunakan script yang memudahkannya melakukan combo poof milik Meepo dan toggle item Armlet Mordigian sehingga dia sulit dibunuh.

Atas tindakan tersebut Thunder Predator langsung didiskualifikasi.

 

NateHill dan FunkBomb pada turnamen Fall Skirmish Fortnite

Live Stream pertandingan menjadi salah satu fitur paling banyak yang disalahgunakan untuk melakukan kecurangan. Caranya mudah, pemain cukup membuka layar lain untuk menyaksikan cara bermain pemain lawannya. Cara ini biasa disebut dengan Stream Snipe Livestream.

Dan pada September lalu praktik kecurangan ini dilakukan oleh NateHill dan FunkBomb. Dan alhasil mereka didiskualifikasi dan mendapatkan tuntutan dari komunitas agar keduanya dibanned permanen dari Fortnite.

 

Tim Chinese Taipei pada Kualifikasi Hearthstone Global Games

Tak hanya game-game berbasis aksi, game model permainan kartu juga tak luput dari praktik kecurangan. Bahkan kasus ini melibatkan nama perwakilan negara loh.

Adalah Tim Chinese Taipei yang kedapatan melakukan stream snipe ketika berhadapan dengan tim tim Singapore. Karena terbukti bersalah tim Chinese Taipei langsung diskualifikasi sedangkan Tim Singapore melaju kebabak selanjutnya.

 

Nikhil ‘Forsaken’ Kumawat, Optic India pada turnamen CS:GO eXTREMESLANDS

Dan yang paling baru adalah kasus kecurangan yang dilakukan pemain profesional CS:GO, Forsaken. Pemain Optic Gaming ini kedapatan menggunakan aplikasi kecurangan atau cheat yang dia samarkan sebagai apikasi MS Word.

Beredar video dimana Forsaken nampak panik ketika layar monitornya digeledah admin turnamen. Admin merasa curiga melihat gelagat pemain asal India tersebut yang berulang kali melakukan buka tutup aplikasi.

Gak Nyangka, 7 Raksasa Eropa Ini Ternyata Bentuk Tim eSport loh.

Setelah ditelusuri Forsaken terbukti bersalah dan menyebabkan timnya didiskualifikasi dari turnamen. Tak hanya itu Tim Optic menindak tegas dengan sanksi pemecatan pada Frosaken.

 

Komentar

komentar