photo: Sekjen PSSI Ratu Tisha saat memantau laga Arema Vs Metro FC, Selasa (20/11/18)

STRIKER.ID- Dunia sepakbola khususnya Indonesia akhir akhir ini sedang dilanda pemberitaan yang kurang sedap soal dugaan praktek judi sejumlah klub, bahkan pemain bola Persib Bandung seperti Supardi Nasir, Ardi Idrus, dan juga Hariono beberapa hari terakhir dituding oleh orang yang tidak bertanggung jawab telah melakukan pengaturan skor pertandingan Persib melawan PSMS Medan beberapa waktu lampau.

Tak hanya itu saja, warga net juga ramai membicarakan dugaan praktek pengaturan skor terjadi dalam babak delapan besar Liga 2 yang mempertemukan antara tim Aceh United melawan PSMP. Atas kondisi tersebut, pihak PSSI melalui Sekretaris jendral, Ratu Tria Destria langsung angkat bicara.

Menurut Ratu Tisha, PSSI meminta kepada warga net jika menemukan hal hal yang berbau non teknis semacam itu laporkan secara langsung kepada PSSI. PSSI juga meminta kepada warga net agar budaya gosip bisa segera dihilangkan.

“Nah hal yang berbau non teknis, kita hilangkan budaya gosip, mulailah melapor dengan resmi,” kata Ratu Tisha kepada striker.id (21/11/18)

Ratu Tisha memastikan, jika ada dugaan permainan mafia bola dalam kompetisi tanah air, PSSI tidak segan untuk menindak.

Ratu Tisha meminta warganet untuk tidak asal menuduh PSSI terkait tudingan mafia bola di tubuh induk organisasi sepak bola Indonesia itu. Ia justru meminta bukti, jika ada dugaan mafia bola.

“Jangan hanya mencaci maki, tapi laporkan untuk sepakbola Indonesia yang baik. Jangan hanya katanya. Mana buktinya, silakan lapor,” tambah Ratu Tisha.

PSSI menurut Tisha telah memiliki prosedur teknis yang telah dijalani dalam membina perangkat pertandingan. Menurutnya, assesment atau penilaian wasit di Indonesia ada tiga lapis.

Pertama adalah, penilaian dari referee assessor di lapangan. Kemudian dipantau oleh direktur referee PSSI dari Jepang dan ketiga adalah, assesment dari dua orang di Jepang yang bertugas menganalisa video pertandingan Liga Indonesia.

“Berkali kali sudah saya katakan, assestment terhadap wasit itu ada tiga lapis. Pertama dari referee assessor di lapangan, tapi juga direktur teknik referee PSSI yang dari Jepang. Dan setiap dua minggu sekali rekaman tersebut dikirim ke Jepang untuk diperiksa oleh dua orang assessor di Jepang lalu dikembalikan kepada kita satu bulan setelahnya,” pungkas Ratu Tisha.

 

 

Komentar

komentar