STRIKER.ID – Tiongkok memang sejak lama dikenal memiliki tim-tim eSport kelas dunia. Bahkan beberapa tim Eropa saat ini juga berani merekrut pemain asal China sebagai anggotanya. Dan sisi positif tersebut tiap tahun berkembang seiring hilangnya stigma negatif terhadap atlet eSport.

Tingginya animo masyarakat terhadap eSport membuat pemerintah Tiongkok serius memfasilitasi kompetisi virtual ini. Salah satunya adalah wacana membangun wilayah khusus eSport di Kota Hangzhou.

Adalah proyek bernama ‘Esport Town’ yang akan digarap pemerintah Tiongkok. Tak tanggung-tanggung projek ini akan digarap dilahan seluas 3,94 juta meter persegi dengan alokasi dana mencapai 280 juta USD. Sebagai bentuk komitmennya, pemerintah Tirai Bambu sendiri yang turun tangan langsung.

Menurut Esport.id, salah satu fasilitas pertama yang akan akan dibangun di Kota Esport ini adalah basecamp untuk raksasa eSport, LGD Gaming. Pasalnya tim yang kini berkerja sama dengan Paris Saint Germain ini sudah menyewa sejak bulan Juni silam.

Basecamp tersebut merupakan bentuk kerja mereka dengan tim rakasa eSport lainnya,  Allied Esport. Dan rencanya disana akan menjadi kantor baru bagi tim manajemen LGD.

Selain sebagai basecamp, kota Huangzhou rencananya juga akan digunakan LGD sebagai home venue LOL Pro League.

Projek besar ini ditengarai menjadi salah satu rencana Tiongkok menjadi tuan rumah Asian Games 2020 yang akan dihelat di Kota Hangzhou. Jika projek ini rampung sebelum gelaran tersebut, bisa dipastikan cabor Esport akan kembali dipertandingkan bahkan bertambah.

Tak hanya China, beberapa waktu lalu Malaysia juga mengumumkan keseriusannya mengembangkan potensi dari Esport. Menpora Negri Jiran, Syed Saddiq berencana membangun stadion khusus eSport dimasa depan.

Sebelum Malaysia, Filipina terlebih dulu menunjukan kesiapannya. Terbukti mereka sempat ditunjuk menjadi venue salah satu kompetisi bergensi DOTA 2, Manila Major beberapa waktu lalu.

Komentar

komentar