STRIKER.ID – Kesuksesan kompetisi eSport sebagai eksebisi Asian Games 2018 nampaknya semakin memantapkan pasak olahraga virtual sebagai salah satu cabang olahraga. Menyusul kesuksesan tersebut, SEA Games 2019 di Filipina nampaknya bakal menunjuk beberapa gim sebagai cabor yang dipertandingkan.

Dilansir dari laman Straits Times, pihak SEA Games Federation (SEAGF) melakukan pertemuan untuk membahas masalah ini. Ditengarai pertemuan yang dilaksanakan di Manila, Filipina tersebut membahas cabang olahraga apa saja yang bakal dipertandingkan. Dan diyakini dari 56 cabor yang dipertandingkan beberpaa diantaranya berasal dari ranah eSport.

Komunitas Dota Eropa Anggap Sanksi Yang Dijatuhkan Pemerintah Chongqing Berlebihan

Manila sendiri dikenal sebagai negara Asia Tenggara yang cukup aktif dalam kompetisi eSport level dunia, terutama kompetisi DOTA 2. TNC dan Mineski menjadi tim yang paling sering ambil bagian dalam kompetisi-kompetisi besar.

Duggan ini diperkuat dengan kunjungan CEO dari Razer, Min-Liang Tan ke Manila untuk bertemu dengan Alan Peter Cayentao, Ketua Komite Penyelenggara SEA Games Filipina. Kedatangan petinggi aksesoris khusus gaming tersebut ditengarai mengupayakan esport sebagai salah satu cabang olahraga di SEA Games 2019.

Disisi lain dengan disetujuinya eSport sebagai cabor SEA Games, Filipina juga diuntungkan. Pasalnya dengan potensi yang mereka miliki saat ini, pesta olahraga ASEAN ini bisa menjadi ajang promosi bagi mereka.

Budaya Toxic Server SEA Akhirnya Memakan Korban

Di ASIAN Games 2018 kemarin ada enam cabang dari esport yang dibawa ke ajang eksebisi. League of Legends, Clash Royale, Starcraft II, Hearthstone, Pro Evolution Soccer, dan Arena of Valor. Dari enam cabang tersebut, Indonesia sukses mendulang satu emas lewat Clash Royale. Selain emas, tim garuda juga sukses menyabet perak dieksebisi Hearthstone.

Komentar

komentar