STRIKER.ID– Para pecinta bola tanah air, saat ini sedang dibuat pusing terkait amsih adanya praktek match fixing (pengaturan skor) yang melibatkan sejumlah klub di tanah air, baik klub yang ada di liga 2 maupun yang ada di liga 1.

Dan pada sebuah acara di televsi nasional kemarin ada salah satu mantan pelaku pengaturan skor pertandingan bernama Bambang suryo yang dengan berani terbuka mengungkap soal praktek kotor dalam sepakbola indonesia.

Bahkan BS nama panggilan akrabnya dengan berani menyebut salah satu tokoh aktor dalam carut marut sepakbola indonesia yang diduga berafiliasi dengan bandar dari luar negeri.

Lalu siapakah BS sebenarnya, melansir dari berbagai sumber berikut kami sajikan sejumlah fakta menarik terkait dengan orang tersebut.

1.Muncul Saat Kasus Sepakbola Gajah PSS Sleman Vs PSIS Semarang

photo: rri.co.id

Nama BS mencuat ke publik setelah tahun 2015 silam setelah munculnya kasus pertandingan tdak wajar antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang.

Di kala itu, Bambang Suryo mengaku terlibat sebagai dalam pengaturan skor, ia bertindak sebagai runner (orang yang membawa uang dari bandar kepada klub atau pemain untuk digunakan menyuap )

2.Pernah Dihukum Seumur Hidup Oleh PSSI

photo:tempo.co

Akibat pernyataan tersebut, BS sempat mendapatkan hukuman seumur hidup dan tidak diperbolehkan terlibat dalam kegiatan sepakbola oleh komdis PSSI. Namun saat PSSI diketuai oleh Edy Rahmayadi, ia direhabilitasi dan diperbolehkan untuk berkecimpung di sepakbola Indonesia lagi.

3.Mantan Pemain Profesional

photo : bola.com

BS sendiri sejatinya orang lama di duni sepakbola nasional, ia merupakan mantan pemain sepakbola profesional, saat bermain sebagai pemain ia merupakan seorang bek atau stopper.

Berbagai tim pernah ia perkuat. Seperti, Persitara Jakarta Utara (1991-1993), Persijatim Jakarta Timur (1993-1996), Persikab Kabupaten Bandung (1996-1997), Persiraja Banda Aceh (1998-2000), Persijap Jepara (2000-2001),Apacinti (2002), Persip Pekalongan (2003), dan PS Bangka Barat (2008).

Ia juga pernah jadi pemain dari Timnas U-16 pada tahun 1985 silam. Ia juga alumnus sekolah sepakbola Ragunan. Kini BS mengurusi klub sepakbola Persekam Metro FC.

  1. Eks Direktur Teknik Persema Malang
photo: bolasport.com

Pada 2016-2017, BS kembali ke kancah sepakbola nasional bukan sebagai pelatih melainkan sebagai direktur teknik dari klub Persema Malang, salah satu tim yang diampuni PSSI setelah sebelumnya dibekukan karena terlibat dualisme kompetisi.

Namun perjalanan BS bersama Persema tak berjalan mulus, pada musim 2018, klub tersebut terpaksa absen dari kompetisi karena kesibukan masing masing pengurus dan minimnya dana.

  1. Pernah Mengontrak Pelatih Asing

Kala menangani Persema, BS sempat kembali bikin heboh sepakbola Malang, bukan karena pengaturan skor melainkn dia mengontrak pelatih asing berlisensi UEFA Pro, Stefan Hansson untuk klubnya yang notabene hanya ada liga amatir.

 

 

Komentar

komentar