foto: malangvoice.com

STRIKER.ID  –Aksi jumpa pers salah satu mantan pelaku match fixing Bambang Suryo di Malang beberapa waktu lalu, dengan membawa nama ormas GM FKPPI mendapat penolakan dari oraganisasi yang dimaksud.

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur, Agoes Soerjanto. Pria yang juga seorang pengusaha ini mengatakan, apa yang dilakukan Bambang Suryo (BS) dengan membawa nama dan mengenakan seragam GM FKPPI semua di luar tanggung jawab organisasi.

 “Menjadi keprihatinan kami karena organisasi kami (GM FKPPI), baru kali ini dibawa ke kepentingan organisasi lain,” tegasnya, Senin (10/12/2018).

Untuk bisa memastikan bahwa hal ini tidak berdampak lebih luas, Agoes juga memastikan dalam waktu dekat akan memanggil Bambang Suryo agar memberikan klarifikasi. Karena organisasi GM FKPPI sama sekali tidak pernah terkait dengan sepak bola, apalagi match fixing.

Baca juga:

Selain itu, pihaknya juga akan mengecek apakah benar Bambang Suryo itu adalah putra kandung dari TNI Polri atau purnawirawan TNI-Polri.

 “Kepentingan organsiasi kami hanya untuk menjaga ideologi Pancasila yang sudah final dan NKRI harga mati,” katanya.

“Karena dalam aturan organisasi kami (di GM FKPPI) jelas dalam AD/ART dalam hak keanggotaan adalah anak kandung TNI-Polri atau purnawirawan TNI-Polri,” jelasnya.

photo: Bambang Suryo beberkan cara kerja match fixing/striker.id

Agoes yang juga merupakan salah satu petinggi dan pembina di klub sepak bola Liga 1 asal Malang Arema FC ini juga memaparkan, bahwa selama dirinya menjadi salah satu owner Singo Edan, dirinya sama sekali tidak pernah membawa GM FKPPI ke dalam urusan Arema.

 “Selama saya menjadi owner Arema FC, tidak pernah membawa nama GM FKPPI. Karena keduanya hal yang berbeda. Jadi, diharapkan, semua pihak, terutama Bambang Suryo, tidak mebawa nama GM FKPPI dalam kasus Match Fixing,” pungkasnya.

Komentar

komentar