photo: Tim Arema FC saat latihan di lapangan Agrokusuma Kota Batu/ striker.id

STRIKER.ID-Manajemen Singo Edan Arema FC akhirnya secara resmi melepas tiga pemainnya di akhir musim 2018 ini. Ketiga pemain itu adalah, Israel Wamiau, Srdjan Ostojic, dan Jefri Kurniawan.

Performa yang belum konsisten selama 34 pertandingan di Liga 1 musim inilah  menjadi salah satu dasar ketiga pemain tersebut dicoret oleh pihak manajemen. Di uraian kali ini kami mencoba untuk merivew kembali performa ketiganya kala masih membela tim pujaan Aremania itu hingga akhirnya mereka terdepak di akhir musim.

  1. Jefri Kurniawan
phoro: bolasport.com

Pemain asli Malang ini sejatinya permainannya juga tidak terlalu buruk namun juga tidak terlalu baik, hanya saja saat ia diturunkan di beberapa laga , performanya belum juga bisa meningkatka performa tim.

Banyak sekali area yang menjadi spesialisnya yakni di sisi winger dapat dengan mudah dilewati lawan, umpan umpan silang yang seharusnya menjadi peluang bagi pemain depan menjadi kurang maksimal.

Selain itu, banyaknya stok winger di posisi spesialisnya menjadikannya sulit mendapat tempat, sentuhan bolanya juga sedikit terganggu karena kondisi itu. Mental Jefri mungkin juga menjadi penyebab performa dirinya tidak konsisten.

2.Israel Wamiau

photo: bola.com

Awal bergabung dengan Arema FC kala masih ditangani oleh pelatih Joko Susilo, mantan pemain Persiram Raja Ampat ini sempat digadang gadang akan menjadi bek yang cukup disegani di lini belakang.

Apalagi gaya permainannya yang keras dan lugas tanpa kompromi sangat disukai oleh publik bola aremania. Ketika diberi tugas untuk mengawal seorang pemain lawan, ia dengan lugas mampu menjawab kepercayaan dari pelatih.

Banyaknya energi dan semangatnya yang tinggi terkadang menjadikannya kurang terkontrol. Terlebih kontrol emosi yang memang menjadi masalah bagi Wamiau. Selama membela Singo Edan, pemain asal Papua ini tercatat paling banyak menerima kartu kuning dari wasit.

Total 9 kartu kuning dan 1 kartu merah sudah pernah ia dapatkan, terkadang pelatih pun was was untuk memberikannya tempat di sebuah pertandingan krusial.

1.Srdjan Ostojic

Photo: Striker.id/Srdjan Ostojic

Pemain kedua adalah kiper asing asal Serbia, Srdjan Ostojic, ia didatangkan leh manajemen Arema FC dari Serbia langsung melalui sang pelatih kepala Milan Petrovic.

Secara Curiculum Vitae, pemain ini sangat berpengalaman di Liga Eropa bersama klub klub papan atas Serbia, macam FK Zemun. Sejak didatangkan dari pada juli 2018 lalu, kiper dengan tinggi badan 193 centimeter itu langsung mendapat tempat dalam skuat pasca tim Arema FC mendepak penjaga gawang Joko Ribowo.

Diturunkan di 4 laga, performanya cukup menjanjikan,apalagi saat melawan Sriwijaya FC di dalam partai tandang, Ostojic mampu tampil energik dibawah mistar gawang, beberapa kali pemain Sriwijaya melancarkan seranganke arah gawang mampu dimentahkan oleh kiper 3 tahun ini.

Setelah itu,performanya mulai ada masalah, kala diturunkan di laga pekan ke 18 melawan Mitra Kukar, Persija Jakarta dan Borneo FC, beberapa gol mampu dijebloskan lawan ke dalam gawangnya. Bukan salah Ostojic juga sebenarnya, namun koordinasi atar lini belakang yang juga menjadi persoalan kala itu.

Semenjak itu, penjaga gawang 3 tahun ini diparkir dan baru dimainkan lagi saat tim Arema FC melawan tim liga 3 Persekam Metro FC di ajang Piala Indonesia. Pada laga ini nyatanya ia masih belum juga memikat hati aremania yang menyaksikan laga tersebut. Ia melakukan kesalahan dengan membuang bola hingga berhenti di kaki lawan sehingga lawan dengan mudah menjebol jalanya.

 

Komentar

komentar