STRIKER.ID – Kabar kurang sedap muncul pemerintah China yang memutuskan melarang beberapa game bertema Battle Royale seperti PUBG dan Fortnite. Padahal kedua game tersebut banyak digandrung dan menjadi primadona dalam beberapa tahun terakhir.

Keputusan tersebut ditetapkan oleh Komnite Penijauan Etika Online yang memang dibentuk karena pesatnya perkembangan e-Sport. Berdasrkan hasil peninjauan komite, baik Fortnite dan PUBG dinilai melanggar norma sosial.

Valve Akhirnya Turun Tangan Untuk Akhiri Kasus Rasisme Chongqing Major

Tak bisa dipunggkiri tudingan adanya pelanggaran norma sosial pada game-game bertema Battle Royale memang ada benarnya. Pasalnya misi utama mereka adalah bertahan hidup dengan membunuh satu sama lain. Selain dinilai kejam, visual senjata yang terlalu relistis juga dinilai terlalu vulgar. Belum lagi ada visual bercak darah didalamnya.

Fortnite sebenarnya sudah berupaya untuk menghilangkan kesan diatas dengan perubahan visual baik dari segi map, senjata maupun karakter. Akan tetapi konsep menang dengan saling membunuh  tetap dianggap menggangu.

Selain PUBG dan Fortnite ada beberapa game yang dicekal dengan alasan yang sama, seperti Free Fire Battlegrounds, Knives Out , Alliance of Valiant Arms, Quantum Matrix , Ring of Elysium dan Paladins.

Esport Akan Warnai Gelaran SEA Games 2019 Filipina

Tak hanya itu, menurut Gridgames beberapa game yang dirasa mengeksploitasi fisik wanita juga mendapatkan peringatan, seperti Arena of Valor (AOV) dan League of Legends (LOL).  Kedua game tersebut dianggap terlalu banyak karakter wanita.

Selain dianggap seronok fitur chatroom yang tidak layak juga menjadi alasannya.

Jika sudah demikian pencekalan dan pelarangan ini bakal memicu perubahan besar pada industri e-Sport China. Karena seperti kita ketahui Negara Panda ini banyak menelurkan tim-tim e-Sport berskala internasional.

Komentar

komentar