sumber: bolaindo.com

STRIKER.ID – Pengamat sepak bola, Akmal Marhali mengutarakan sorotan pesepak bola dunia eks Persib Bandung, Michael Essien soal potensi pemain muda Indonesia.

Menurut Akmal, pria asal Ghana itu melihat pemain muda Indonesia tidak memiliki keberanian untuk bermain di luar negeri. Padahal menurut Essien potensi pesepakbola di Tanah Air lebih besar dibandingkan pemain asal Benua Afrika.

Baca Juga

Di akui Akmal, hal itu diungkapkan Essien sesaat setelah dia mengakhiri kontrak dengan Maung Bandung.

“Essien menyebut potensi pesepakbola Indonesia sangat besar. Dibekali bakat alam,” tulis Akmal Marhali, dilansir dari BolaSport.com

Pemain yang sempat berseragam Chelsea itu menyarankan pemain muda Indonesia harus berani bermain di luar negeri utnuk mengembangkan kemampuan mereka. Essien mencotohkan seperti Febri Hariyadi, Septian David Maulana, Saddil Ramdani, Syahrian Abimanyu, dan Witan Suleiman harus ke luar negeri.

View this post on Instagram

HARUS BERANI MAIN KELUAR NEGERI #SOS-14122018 – Ketika @michaelessien selesai kontrak dengan @persib_official dan hendak mudik, saya sempat bertemu di Jakarta dan bertukar pikiran serta pengalaman. Essien menyebut potensi pesepakbola Indonesia sangat besar. Dibekali bakat alam. Bahkan, potensinya melebihi pemain asal Benua Afrika. Hanya saja ada kelemahan para pemain muda #indonesia. Tak punya nyali main di luar negeri. Mudah dihinggapi #starsydrome dan merasa puas karena tiga hal: Bisa beli rumah, berangkatkan haji orangtua, dan dielu-elukan fans sebagai pemain "hebat". Seperti katak dalam tempurung. Tak banyak yang punya keberanian main di luar negeri. #homesick dan faktor bahasa serta budaya ikut memengaruhinya. "Waktu saya dan teman-teman main di timnas Piala Dunia U-17, kita sepakat siapa di antara pemain di tim yang tak main di luar negeri itu generasi gagal," cerita Essien. "Ini yang membedakan pemain muda Indonesia dan Ghana atau pemain afrika lainnya. Main di luar negeri akan mengangkat karier baik dari segi teknik maupun mental. Jangan dulu berpikir gaji besar. Itu akan membunuhmu," Essien menambahkan. Essien menyebut pemain seperti @febrihariyadi13 @septiandavidmaulana @saddilramdanii @witansulaiman_ @syahrian.abimanyu bahkan @bayu23gatra dan lainnya harus mengembangkan kemampuan ke luar negeri agar bisa mengangkat prestasinya. Nah, kesempatan ada tahun ini dengan rencana kompetisi #liga1indonesia baru akan bergulir usai pilpres 2019 alias bulan April atau Mei 2019. Pemain-pemain muda Indonesia harus berani mengikuti jejak @andikvermansah @egymaulanavikri @terenspuhiri @evhandimas @ryujiutomo @yanto_basna @ilham20armaiyn maupun @_davidlaly_ main di luar Indonesia. Klub juga harus mendukung. Juga @pssi__fai Ayo, anak muda Indonesia saatnya mengembangkan karier di luar. Untuk masa depan diri dan juga prestasi Indonesia #like4likes #instagram #instalike #instagood

A post shared by Akmal Marhali (@akmalmarhali) on

Ketika bermain di luar negeri pemain bisa mengembangkan prestasi dan mengangkat prestasinya.

“Essien menyebut pemain seperti @febrihariyadi13 @septiandavidmaulana @saddilramdanii @witansulaiman_ @syahrian.abimanyu bahkan @bayu23gatra dan lainnya harus mengembangkan kemampuan ke luar negeri agar bisa mengangkat prestasinya,” tulis Akmal Marhali.

Essien pun menceritakan tentang pengalaman para pemain timnas Ghana sampai bisa mencapai karier tertinggi.

“Waktu saya dan teman-teman main di timnas Piala Dunia U-17, kami sepakat siapa di antara pemain di tim yang tak main di luar negeri itu generasi gagal,” ujar Essien.

Pemain timnas Ghana generasi Essien sampai saat ini memang masih mampu berbicara banyak di sepak bola Eropa. Seperti Kwadwo Asamoah, Andre Ayew, Thomas Partey, sampai Kevin Prince Boateng.

 

Komentar

komentar