STRIKER.ID – Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin itulah situasi yang menggambarkan kondisi Sriwijaya FC saat ini, Dimana, klub berjuluk Laskar Wong Kito itu pasca dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim 2019 mendatang, ternyata juga membuat Sriwijaya FC mengalami krisis.

Baca Juga

Kondisi tersebut membuat pihak pengurus Sriwijaya FC berniat untuk menjual tim yang bermarkas di Sumatera Selatan itu. Hal itu diutarakan oleh Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muddai Madang.

“Tidak masalah. Saya bersedia melepas semua saham kalau ada yang berminat. Bagi yang berminat silakan berkomunikasi langsung dengan kami,” Kata Muddai, dilansir dari BolaSport.com

Upaya besar tersebut memang dilakukan demi dapat segera mengembalikan Sriwijaya FC ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Muddai sendiri masih merasa terpukul dengan kegagalan Laskar Wong Kito beetahan di Liga 1 2018. Dirinya mengaku telah menggelontorkan dana banyak, kemudian tenaga, pikiran demi menyelamatkan Sriwijaya FC, sayangnya usaha tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Sejauh ini pihak yang telah menyatakan minat untuk membeli saham mayoritas adalah Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Rencana pembelian tersebut bakal memakai anggaran belanda daerah (APBD) tahun 2019.

Deru mengklaim bahwa selama ini Pemprov Sumsel masuk sebagai salahs atu pemilih saham di PT SOM sebesar 11-12 persen. Rencananya, Pemprov SUmsel bakal membeli saham PT SOM sebesar 51 persen.

“Minimal 51 perse. Tinggal bagaimana obrolannya, cocok atau enggak harganya, takeovernya. Kalau APBD mampu, ya kami ambil alihsebagian. Nanti baru kami anggarkan di ABT,” ungkap Deru.

Sebelumnya, Gubernur Sumatan itu  sampai membentuk Tim SAR demi menyelamatkan Sriwijaya FC. Setiap kemenangan yang berhasil diraih oleh Alberto Goncalves dan kawan-kawan selalu diberikan bonus ratusan juta oleh Tim SAR.

Namun Tim SAR bentukan Herman Deru harus menelan pil pahit setelah Sriwijaya FC justru kalah di laga pekan terakhir melawan Arema FC sehingga terdegradasi ke Liga 2 2019.

 

Komentar

komentar