photo: striker.id/ Bambang Suryo

STRIKER.ID-Manager Persekam Metro FC, Bambang Suryo menyatakan akan lakukan banding kepada pihak PSSI setelah pihak Komdis PSSI mengeluarkan surat yang menyatakan bahwasanya dirinya dihukum larangan untuk ikut serta dalam aktifitas kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup karena telah mangkir dari pemanggilan terkait kasus dugaan pengaturan skor dengan PS Ngada di kompetisi LIga 3.

“Saya akan banding, saya belum dipanggil kok sudah keluar di media massa (surat Komdis),” kata Bambang Suryo (26/12/18)

BS sapaan akrabnya lantas menegaskan jika dirinya sampai hari ini tidak pernah menerima surat maupun menerima telepon dari pihak Komdis PSSI.

“Saya tidak pernah terima surat ataupun menerima panggilan by phone (dari Komdis PSSI). Saya komunikasi dengan Dwi Irianto dan Yusuf Bachtiar (anggota Komdis PSSI), malah Yusuf bicara jika nanti dipanggil komdis siap datang ya,” kata Bambang Suryo dengan keras.

Iya juga merasa Komdis PSSI sangat aneh dalam hal memberikan hukuman kepadanya, karena sejauh ini dirinya belum terima surat resmi apapun nyatanya pihak Komdis sudah memunculkan surat tersebut ke media massa.

“Yang punya kasus saja belum terima surat kok sudah mencuat di media massa,” beber BS sapaan akrabnya.

Pria asal Malang Jawa Timur ini juga menilai jika Komdis PSSI telah menetapkan aturan tebang pilih tanpa berkomunikasi dengan dirinya.

“Ini berarti ngawur, Ini berarti tebang pilih (Komdis PSSI),” kata BS.

Sebelumnya di beberapa media massa muncul isi surat Komdis yang menyatakan jika Bambang Suryo tak memenuhi panggilan Komdis untuk menjelaskan kasus dugaan pengaturan skor yang melibatkan klub PS Ngada dalam hal ini dengan pelatihnya, Kletus Ghabe pada kompetisi Liga 3. BS dinilai mangkir dari pemanggilan karena lebih memilih hadir di acara talk show Mata Najwa.

“Yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan Komite Disiplin PSSI tanpa alasan yang patut dan lebih memilih hadir pada acara Mata Najwa pada malam hari dan diperkuat dengan bukti bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin,” tulis Komdis dalam suratnya

 

Komentar

komentar