photo: Bambang Suryo beberkan cara kerja match fixing/striker.id

STRIKER.ID– Manager tim Persekam Metro FC, Bambang Suryo akhirnya harus menelan pil pahit setelah mengungkap kasus pengaturan skor dalam beberapa pertandingan sepakbola nasional.

Ia dijatuhi hukuman oleh pihak Komdis PSSI berupa hukuman sumur hidup dalam ruang lingkup PSSI per tanggal 26 Desember kemarin.

Hukuman itu merujuk Pasal 72 Kode Disiplin PSSI yang memuat tentang manipulasi hasil pertandingan secara ilegal, serta Pasal 141 tentang Ruang Lingkup Kode, Kesalahan, Kebiasaan, Doktrin dan Ilmu Hukum.

Menurut BS sapaan akrabnya hukuman yang ia terima cenderung faktor like and dislike dari Komdis PSSI, karena pihak Komdis masih merunut kejadian pada 2015 silam. Padahal menurutnya, kasus yang ada saat ini terkait dengan percobaan suap dengan PS Ngada, salah satu klub Liga 3.

“Bagi mereka mungkin adil. Tapi bagi saya, jelas ini tidak adil. Saya tidak terima dengan sanksi itu,” tandas Bambang Suryo.

Atas hukuman yang menurutnya tidak adil itu, ia lantas membandingkan sanksi yang diterima oleh anggota exco PSSI, Hidayat jauh dari kata adil. Karena Hidayat anggota exco hanya dihukum tiga tahun sedangkan dirinya diluar struktur PSSI, malah dihukum seumur hidup.

“Bila dibandingkan dengan sanksi Pak Hidayat, jelas tidak adil. Apalagi saya juga bukan bagian anggota PSSI. Komdis saya minta lebih teliti lagi, karena sanksi untuk saya ini sangat janggal,” pungkas BS sapaan akrabnya.

 

 

Komentar

komentar