STRIKER.ID – Kasus kontroversi kembali merundung atlet-atlet eSport profesional. Setelah kemarin ramai kasus KuKu dan Skem yang menyinggung masyarakat China, kini giliran Josh ‘Jablett’ Ablett yang menyinggung perasaan komunitas dan penikmat sepakbola.

Jablett adalah atlet eSport Profesional spesialisasi game sepakbola. Sepak terjangnya didunia eSport membuatnya tergabung dalam divisi FIFA dari Team Envy.

Tak Mau Kalah Dengan JKT48, CherryBelle Ikut Luncurkan Tim Esport

Kasus rasial ini bermula saat Jablett memberikan komentar kurang pantas terhadap sejarah kelam dunia sepakbola, tragedi Hillsborough. Ia menuliskan ‘F*ck 96’ yang merujuk pada jumlah korban tragedi naas tersebut.

Sontak komentar tersebut mematik amarah dari komunitas FIFA yang notabene juga penikmat sepakbola. Karena mendapat beberapa serangan, Jablett pun memutuskan untuk menghapus postingan tersebut.

Meskipun komentar sudah dihapus namun kasus ini masih terus di blow up Koordiantor Freelance Esports, Dean Coombes. Dean yang tak terima mengaku punya bukti yang kuat untuk menjatuhkan Jabllet.

“saya harap Anda tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk menginjakkan kaki di ranah esport FIFA lagi. Kau pengecut,” cuit Dean dilansir dari Revivaltv.id.

Dean tak sendiri, candaan Jablett juga mematik reaksi keras dari penikmat FIFA dan sepakbola. Mereka berbondong-bondong mendesak Team Envy untuk memberi tindakan tegas terhadap anggotanya.

Tak berselelang lama setelah gelombang protes yang bertubi-tubi, Team Envy pun secara resmi memecat Jablett.

Sebagai informasi tragedi Hillsborough terjadi ketika pertandingan semifinal Piala FA tahun 1989 yang mempertemukan Liverpool dan Nottingham Forest. Tingginya animo masyarakat untuk menyaksikan pertandingan berbanding yang terbalik dengan kondisi Stadion Hillsborough, Sheffield Inggris. Akibatnya kekacauan luarbiasa pun tak terhindarkan.

Ini 6 Game eSport Yang Akan Dipertandingkan di SEA Games 2019…

Dalam kekacauan tersebut setidaknya 96 dinyatakan meninggal dunia dan 766 lainnya luka-luka akibat berhimpitan dan saling berdesak-desakan. Tragedi ini pun dianggap sebagai salah satu insiden paling tragis yang pernah terjadi dalam sejarah sepakbola.

Komentar

komentar