STRIKER.ID – Belakangan isu pengaturan skor di LIga Indonesia menguap. Salah satu sosok yang jadi perbincangan panas publik sepak bla Tanah Air atas dugaan praktik pengaturan skor adalah, Vigit Waluyo.

Baca Juga

Nama Vigit mulai jadi pembicaraan setelah manajer klub Persekam Metro FC, Bambang Suryo mengungkapkan keterlibatan Vigit dalam praktik pengaturan skor di Liga Indonesia di sebuah program acara Mata Najwa beberapa waktu lalu.

Ditengah nama Vigit jadi pebincangan pecinta sepak bola Tanah Air itu, Vigit justru dikabarkan telah menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Akan tetapi penyerahan diri Vigit itu bukan karena pengaturan skor, tapi kasus korupsi PDAM Sidoarjo. Dilansir dari Superball.id, Vigit terlibat korupsi yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp3 miliar dan membuat Vigit Waluyo menjadi buronan sejak 2018.

Vigit menghilang sejak kasusnya divonis oleh Mahkamah Agung dalam tingkat Kasasi. Setelah melewati serangkaian pemeriksaan, Budi menuturkan, Vigit Waluyo langsung dijebloskan ke Lapas Kelas 1A Sidoarjo.

“Vigit Waluyo menyerahkan diri dengan didampingi keluarganya pada 28 Desember kemarin sekitar pukul 20.00 WIB,” ungkap Kepala Kejari Sidoarjo, Budi Handaka, dilansir dari Superball.id

Sementara itu kasus dugaan pengaturan skor yang diduga dilakukan Vigit hingga saat ini belum menemui titik terang. Hanya sebelumnya ramai disebut bahwa Vigit merupakan tangan kanan bandar judi dari Kamboja yang mengatur pertandingan-pertandingan Liga Indonesia.

Salahs atu kasus yang diduga melibatkan nama Vigit dalam pengaturan skor di Liga 2 oleh PS Mojokerto Putra (PSMP). Karena hal itu, PSMP dijatuhi sanksi larangan berlaga di kompetisi yang dihelat PSSI pada musim 2019.

 

Komentar

komentar