Photo: Instagram Dalmiansyah Matutu

STRIKER.ID– Timnas Indonesia akan memulai perjalanannya menuju Piala AFF U-22 tahun ini dengan melakukan seleksi terlebih dahulu. Pihak PSSI pun telah memanggil sebanyak 38 pemain.

Dari 38 pemain yang dipanggil itu, setidaknya ada 4 pemain Arema FC yang dipanggil oleh tim pelatih U-22 yang dikepalai oleh pelatih Indra Sjafri.

Dari 4 pemain yang dipanggil itu, ada satu nama yang cukup menggemparkan publik bola yakni Dalmiansyah Matutu. Cukup menggemparkan karena sosok pemain Arema FC satu ini dinilai tak memiliki jam terbang yang cukup tinggi seperti layaknya Hanif atau Bagas.

Di Liga 1 sendiri, ia tak memiliki jam terbang alias nol menit bermain, pemain asal Lampung ini hanya bermain di level Piala Indonesia, itupun hanya 13 menit bermain selebihnya hanya spesialis di tempat latihan saja.

Sejatinya Matutu sadar penilaian publik seperti apa, namun ketika mendapat kesempatan dipanggil timnas, pemain 22 tahun ini mencoba untuk tidal jemawa dan berusaha memberikan semaksimal saat melakoni seleksi nanti.

Pemain yang pernah bersitegang dengan Alfin Tuasalamony di waktu latihan beberapa waktu lampau itu, ingin membuktikan bahwasanya dirinya sangat layak dipanggil ke Timnas dan ingin menepis anggapan orang sebagai pemain “titipan”

“Wajar kalau ada orang yang kaget dan mungkin ada orang yang sedikit berpikiran negatif. Pro dan kontra pasti selalu ada, cuma saya tidak mau terlalu ambil pusingĀ ini pekerjaan saya dan Allah mungkin sekarang kasih rejeki buat saya dan disini saya harus maksimalkan,”kata Dalmiansyah Matutu.

“Karena sepak bola kan semua orang bisa liat dilapangan sepak bola nyata,” tambah Matutu.

Setelah resmi dipanggil jebolan Akademi milik Aji Santoso itu akan belakar memperbaiki mental, karena baginya meski memiliki skill yang baik namun tidak punya mental tanding yang baik maka akan cepat tersingkir.

“Persiapan saya paling lebih ke mental saja, selain itu tak menyia-nyiakan kesempatan karena kesempatan tak datang dua kali,” tutup Dalmiansyah.

 

 

 

Komentar

komentar