STRIKER.ID – 2018 menjadi titik balik Esport di Indonesia. Pasca dua kompetisi besar Esport Asian Games dan High School League 2018, stigma negatif lembaga pendidikan terhadap Esport nampaknya perlahan sirna. Terbukti satu persatu lembaga pendidikan membukakan tangannya untuk cabang olahraga virtual tersebut.

Adalah SMA Bina Bangsa Malang, yang digadang sebagai sekolah pertama yang menjadi sekolah Esport lewat kerjasama dengan Hardcore iCafe Malang pada awal 2017 silam. Mengikuti jejak Bina Bangsa, ada SMA 1 PKSD Jakarta yang baru saja membuka program Esport pada tahun ajaran 2016/2017.

SMA 1 PKSD JAKARTA ( id.techinasia.com)

PUBG Ban 3000 Akun Terindikasi Gunakan Cheat, 10 Diantaranya Pemain Profesional

Dan yang paling anyar ada SMK Raden Umar Said Kudus yang membuka ekstrakulikuler Esport pada tahun 2019 ini. Tidak diketahui secara detil, namun dari foto-foto yang viral dimedia sosial diketahui disalah satu rapor murid tertulis ekstrakulikuler Esport dengan game AOV.

Revivaltv.id

Sedangkan diranah perguruan tinggi ada Universitas Dian Nuswantoro atau Undinus. Tak main-main perguran tinggi yang berada di Jawa Tengah tersebut menyediakan beasiswa khusus untuk atlet Esport. Program beasiswa tersebut merupakan kerjasama Undinus dengan pembina olahraga virtual Indonesia, IeSPA cabang Jawa Tengah.

Bisa dibayangkan apa saja dan bagaimana kegiatan pengembangan minat dan bakat tersebut, ya jelas bermain game saja. Sangat kontras bukan dengan pandangan mayoritas orang tua yang tidak senang ketika melihat anaknya bermain game dari pada belajar.

Namun jaman sudah berubah, bukan tidak mungkin dimasa depan akan ada sekolah khusus Esport seperti dibeberapa negara di Eropa. Bahkan Presiden RI, Joko Widodo menyebutkan kemungkinan tersebut terjadi di Indonesia.

LOL World Championship 2018 Sabet Penghargaan Event Esport Terbaik 2018

“Kenapa enggak kita buat jurusan logistik, jurusan megatronika, jurusan animasi, jurusan retail, atau bahkan jurusan esports,” ungkap Joko Widodo pada Selasa, 8 Agustus 2017 dilansir dari Tempo.

 

Komentar

komentar