STRIKER.ID – Bali United secara resmi memperkenalkan mantan pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco sebagai pelatih kepala mereka untuk kompetisi musim 2019 Senin (14/1).

Baca Juga

Keputusan yang diambil manajemen Serdadu Tridatu itu tergolong tidak mengagetkan karena rumor itu sudah menyeruak selepas Teco menyatakan tak memperpanjang kerjasama dengan Persija Jakarta dan memilih mencari pengalaman baru di tim lain.

Lantas apa alasan Teco yang berhasil membawa Persija Jakarta juara Liga 1 2018 memilih gabung dengan Bali United?

Menurut Teco, Bali United merupakan tim yang bagus. Dan ia sudah melihat itu sejak ia masih membesut Macan Kemayoran.

“Saya sangat senang berada di Bali United. Saatnya saya bicara dengan tim baru saya. Sekali lagi saya senang sekali,” kata Teco seperti dilansir dari Bolalob.com

“Saat bersama Persija, saya melihat Bali United tim bagus. Saya sangat senang bisa diterima di sini,” kata Teco.

“Ketika ada tawaran dari Bali United, saya pikir itu senang sekali. Sekarang kami harus berpikir untuk kerja keras dan sukses bersama tim ini,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Bali United mentargetkan Teco bisa membawa Serdadu Tridatu finis pada posisi lima besar di musim 2019 ini.

Sebagai catatan, Bali United ahrus terpuruk di posisi ke-11 pada musim 2018 dengan 45 poin. Padahal mereka bisa menjadi runner-up Liga 1 musim 2017.

“Kita harus mulai latihan dulu, kerja keras di latihan. Waktu pemain kerja keras di latihan, mereka punya kualitas. Namun kualitas sendiri tak bisa (cukup untuk bisa) juara, harus ada tim work (kerjasama tim). Baru kamu bisa bicara soal juara,” jelas Teco.

“Target dari tim posisi lima ke atas. Harus kerja keras sesuai target manajemen. Tapi jika bisa lebih bagus dari target manajemen, seperti juara, bagus buat semua,” paparnya.

Sementara itu, kontrak Teco bersama Bali United berdurasi dua musim. Namun, ada opsi perpanjangan kontrak jika kinerja pelatih asal Brasil tersebut memuaskan.

“Kontrak Teco di atas 2 tahun, yang pasti 2 tahun dulu tapi ada opsi tambahan karena kita tidak mau seperti klub sebelumnya yang kehilangan pelatih saat sudah sampai di puncak,” ujar CEO Bali United, Yabes Tanuri.

Komentar

komentar