photo: striker.id/ Makan Konate

STRIKER.ID– Tim Singo Edan Arema FC akan menjalani babak 32 besar Piala Indonesia melawan Persita Tangerang, Minggu ( 26/01/19) tanpa gelandang serang andalan, yakni Makan Konate.

Manajer umum Arema FC Ruddy Widodo, mengatakan jika komunikasi dengan Konate selama ini masih mengalami kesulitan karena Konate disibukkan dengan proses pernikahan adik kandungnya.

Bahkan selama ini pihak manajemen Arema FC sering berkomunikasi melalui agen Konate. Melalui sang agen, Konate memohon agar pihak manajemen bisa memaklumi.

Absennya Konate sendiri karena ia harus menjadi wali dipernikahan adiknya. Konate pun diketahui baru akan kembali ke Indonesia pada kisaran dua minggu kedepan.

“Kami kesulitan berkomunikasi dengan Konate, sehingga proses komunikasi terjalin dengan agennya. Kami kira Konate akan datang minggu kemarin, tapi ternyata pernikahan adiknya masih tanggal 27 Januari 2019 nanti,” ujar Ruddy Widodo dilansir dari malangtoday.net

Secara profesionalitas, manajemen Arema FC menginginkan sang pemain bisa segera datang, namun dari sisi kemanusiaan, tidak ingin memaksakan kehendaknya karena bisa mengganggu kinerja Konate saat pertandingan.

“Memang ini tidak profesional, tapi kami harus menyadari sisi kemanusiaan. Kalau Konate dipaksakan datang, dia justru tidak bisa maksimal membela Arema. Agennya menyatakan dia akan ke Indonesia sehari setelah pernikahan. Jadi kemungkinan besar absen di leg pertama,” tambah Ruddy.

Sebagai informasi Konate merupakan seorang yatim yang sudah tak memiliki orang tua. Apalagi dalam pernikahan adiknya, Konate diharuskan menjadi wali nikah. Sehingga sampai saat ini ia belum bisa kembali ke Malang untuk ikut merumput bersama Arema FC.

“Konate ini kan yatim piatu, adik satu-satunya perempuan itu mau menikah dan Konate menjadi wali, nikahnya hari Minggu tanggal 27 Januari, otomatis tidak bisa main, dan agennya bilang mohon dengan sangat,” tambah Ruddy.

Dengan absennya Konate, maka hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih anyar Arema, Milomir Seslija untuk menempatkan pemain yang bisa menggantikan peran Konate.

“Entah 4-4-2 duet Hendro (Siswanto) dengan Pavel (Semolyachenko), atau menempatkan Dendi (Santoso) di tengah, semua menjadi urusan pelatih. Yang jelas pelatih sudah diberitahukan kondisinya, dan harus bisa memanfaatkan pemain yang ada,” pungkas Ruddy.

 

Komentar

komentar