photo: inilah.com

STRIKER.ID- Tim asal pulau garam, Madura United di kompetisi musim 2019 ini nampaknya ingin menunjukkan kepada publik, bahwa mereka merupakan klub berjuluk “Los Galacticos Indonesia.

Setelah mereka mengumumkan rekruitmen pemain pemain top Liga 1 2018, bahkan top skor Liga 1 yakni Alexandar Rakic berhasil diboyongnya. Pelatih Madura United Dejan Antonic nampaknya sangat puas dengan masuknya Alexander Rakic bersama tim berjuluk laskar Sapeh Kerrab ini.

Melansir dari mediamadura.com, ada tiga alasan disamping kecakapan Rakic dalam mencetak gol, yang jadi bahan pertimbangan Dejan akhirnya ngotot mendaratkan pemain berusia 32 tahun tersebut.

1.Handal dalam mengangkat mental tim

Kemampuan pemain yang sebelumnya membela PS Tira itu, selain memiliki kemampuan diatas rata rata, pemain asal Serbia ini dinilai cukup mampu mengangkat mental tim, hal itu terbukti ketika PS Tira dalam kondisi terpuruk, yakni berada di papan bawah klasemen Liga 1, pemai satu ini dengan sigap mampu mengangkat mental tim.  Hasilnya dibuktikannya kala PS Tira mampu keluar dari zona degradasi dan tetap bertahan di Liga 1.

2.Pemain Konsisten

Rakic merupakan salah satu pemain yang cukup konsisten di kompetisi Liga 1 bersama PS Tira. Ia tak pernah absen satu kali pun dari 34 laga yang telah dijalani PS Tira.

Hingga akhirnya berhasil meraih top skor dan mampu membawa timnya keluar dari dari jalur degradasi. Bukan sesuatu yang mudah bagi setiap pemain untuk melakoni 34 laga tanpa absen satu kalipun, hal itu berarti kondisi fisik Alexander Rakic boleh dibilang sangat kuat dan mampu ia jaga sepanjang satu musim.

  1. Adaptasi yang baik

Menjadi pemain asing di dalam tim yang tidak terlalu besar, bukanlah hal yang mudah bagi setiap pemain asing, karena kontrak yang berbeda dari pemain lokal menuntut sang pemain harus bekerja ekstra keras di setiap laga.

Namun bagi Rakic, fase tersebut mampu dilewatinya dengan begitu baik. Tekanan tekanan dari berbagai pihak terhadap sosok pemain asing sepertinya hanya kata kata saja baginya.

Komentar

komentar