STRIKER.ID– Naiknnya harga tiket pesawat beberapa hari terakhir ini, membuat para penggunanya pusing tak terkecuali pihak manajemen Arema FC yang hampir setiap pekan selalu menggunakan moda transportasi udara untuk melakoni laga tandang.

General manager Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan jika klub sepakbola merupakan salah satu pihak yang cukup banyak merasakan dampaknya.

“Kemarin kemarin saya rasakan sendiri, ke Bali dan Jakarta, saya pikir sudah turun namun nyatanya belum, apalagi tanggal 1 (Februari) ini kami harus away ke Tangerang, dampaknya sangat terasa,” kata Ruddy Widodo.

Bahkan Ruddy menyebut kenaikan harga tiket itu mencapai 40 persen dari biasanya. Hal itu pula yang akhirnya membuat manajemen harus mengubah kebijakan soal tempat menginap para pemain.

“Akhirnya kami di manajemen menyiasati yang biasanya tidur di bintang lima akhirnya down grade di bintang tiga,” beber Ruddy.

Pihak manajemen berharap, PT Liga Indonesia Baru bisa segera mengumpulkan klub untuk membahas masalah ini agar solusi diantara klub bisa terselesaikan.

“Kami sangat berharap LIB bisa segera mengumpulkan klub dan tentunya bagian marketing LIB bisa bekerja sama dengan berbagai airlines, sehingga klub dapat harga khusus, karena saat kompetisi nanti kami (klub) akan keliling Indonesia,” tambah Ruddy.

Adanya masalah tersebut, pihak manajemen juga berharap PT LIB jangan sampai mengubah regulasi kompetisi.

“Tapi jangan sampai ada pemikiran regulasi diubah karena masalah ini,” pungkas Ruddy.

 

Komentar

komentar