STRIKER.ID – I Gede Widiade dan Rafil Perdana menolak keras anggapan bahwa mundurnya mereka berdua dari manajemen Persija, karena adanya temuan sisa dokumen  oleh Satgas Anti Mafia Bola beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Satgas Anti Mafia bola memang menyebutkan bahwa menemukan potongan dokumen yang dimusnahkan dalam penggeledahan di beberapa tempat di Jakarta. Salah satu dokumen tersebut merujuk kepada klub juara Liga 1 2018 tersebut.

Baca juga:

Mantan Dirut Persija Gede Widiade menegaskan kemunduran dirinya dan COO Persija Rafil Perdana sama sekali tidak ada hubungan dengan temuan tersebut. Karena memang rencana mundurnya mereka sudah disampaikan sejak Desember tahun lalu.

“Sama sekali tidak ada kaitannya dengan temuan polisi tersebut. Karena kami sudah menyampaikan rencana mundur sejak jauh – jauh hari. Kalau temuan tersebut kan baru – baru saja,” tutur Gede dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (06/2) malam.

Baik Gede maupun Rafil menyebut bahwa mundurnya mereka, karena merasa sudah menyelesaikan tugas di Persija, dengan mengantarkan Persija juara. Selain itu juga karena mereka ingin kembali ke dunia bisnis.

“Saat saya masuk, perusahaan ini memang kurang bagus. Namun dengan kerja keras dari semua pihak, sekarang sudah baik, Bahkan bisa juara. Karena itu, tugas kami di Persija sudah selesai. Kami akan kembali ke habitat asli kami, yaitu bisnis dan ekonomi,” ucap mantan pengurus Persebaya Surabaya tersebut.

Namun, terkait dengan temuan dokumen, jika dirinya memang dibutuhkan keterangannya oleh kepolisian, Gede juga siap untuk kooperatif dan memberikan keterangan apapun yan diperlukan.

Komentar

komentar