STRIKER.ID – Lasmi Indaryani, mantan manajer Persibara Banjarnegara, selama ini dikenal sebagai pemicu segala sengkarut kasus match fixing dan mafia bola di Indonesia, setelah dia membuat laporan kepada polisi beberapa waktu lalu.

Namun ternyata, penetapan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola, justru membuatnya bersedih. Lho kenapa?

Dalam siaran pers Lasmi Indaryani yang diterima media ini pada Sabtu (16/02) malam. Lasmi bersedih, karena kasus ini belum menemui ujung pangkal, dan justru menyeret semakin banyak pihak dalam pusarannya.

Baca juga:

Lasmi juga menanyakan komitmen PSSI yang selama ini mau bekerja sama dengan Polri. Karena menurutnya, selama ini masih belum terlihat.

Selain itu, Lasmi juga mengapresiasi kinerja Satgas Anti Mafia Bola yang terus mengembangkan kasus yang salah satunya dipicu hasil laporannya tersebut.

Berikut adalah pers rilis dari pihak Lasmi:

Release Mafia Bola

Lasmi Indaryani dan Kuasa Hukumnya Menaggapi Penetapan Tersangka Joko Driyono Plt Ketum PSSI

Mengetahui penetapan tersangka Joko Driyono oleh Satgas Anti Mafia Bola Polri, sebagai Pelapor dugaan kasus mafia bola jujur aja Saya malah semakin sedih karena ternyata kasus ini semakin dalam dan semakin jauh serta diduga melibatkan banyak pihak.

Pertanyaan BESAR adalah mana janji PSSI yang katanya akan bekerjasama dg Satgas untuk memberantas mafia bola ? Hal ini perlu ditanyakan karena kenyataannya tindakan Joko Driyono justru diduga melakukan hal sebaliknya dari komitmen dan slogannya sendiri.

Saya sebagai orang baru dalam dunia bola semestinya mendapatkan hal2 yang baik untuk ikut memajukan sepakbola didaerah utk berkiprah event nasional namun ternyata dihadapkan dalam situasi rumit yang pasti masih panjang perjalanannya dan tidak tau kapan akan berakhir. Disinilah Saya bersedih.

Saya hanya menyayangkan kenapa sekelas Joko Driyono diduga menyuruh melakukan perusakan barang bukti dan memasuki areal yang sudah diamankan polisi ( Police Line ). Justru Saya menjadi curiga ada sesuatu yang hendak ditutupi karena jika merasa tidak bersalah maka semestinya tidak perlu melakukan dugaan perusakan barang bukti atau menerobos Police Line.

Meskipun bersedih, namun karena dihadapkan semakin carut marut dugaan mafia bola, Saya mendesak Satgas Anti Mafia Bola untuk lebih mendalami dugaan mafia bola secara tuntas hingga ke akar akarnya.

Disisi lain, Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Satgas Anti Mafia Bola yang telah bekerja siang malam tanpa kenal lelah untuk membongkar dugaan mafia bola.

Pengalaman luar biasa adalah Saya sendiri pertama kali diperiksa oleh Satgas sebagai saksi pelapor selama semalam suntuk hingga pagi tidak tidur.

Trims.
Banjarnegara, 16 Pebruari 2019
Lasmi Indaryani.
Boyamin Saiman ( Kuasa Hukum ).

Komentar

komentar