foto: online24.com

STRIKER.ID – PSM Makassar bersama Persib Bandung dan Persipura Jayapura, disebut sebagai tiga tim paling bersih di Indonesia, karena tidak pernah melakukan tindakan penyuapan kepada perangkat pertandingan. Hal ini pun membuat mantan pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts angkat bicara.

Melalui media sosial Instagram, pelatih asal Belanda tersebut mengungkapkan, bahwa isu match fixing di Indonesia sudah menjadi isu internasional. Sehingga menjadi perhatian publik.

Baca juga:

Pengungkapan bahwa PSM Makassar menjadi salah satu tim yang “pelit” menurut Robert membuktikan semua kata – katanya selama ini tentang bobroknya persepakbolaan Indonesia. Termasuk juga bagaimana seharusnya PSM menjadi juara pada dua musim terakhir, jika kondisi sepakbola Indonesia normal.

“Isu ini adalah hasil investigasi dari Bapak Krishna (Murti) yang sudah bekerja keras dan mendapatkan banyak hasil. Karena memang sangat terlihat kecurangan ini di Indonesia, selama dua tahun terakhir bahkan sebelum itu,” kata Robert dalam sebuah video yang diunggah Jumat (22/02) sore.

“saya sebagai pelatih PSM Makassar selama dua tahun terakhir, sudah sering bersuara tentang ini. Dan setiap kali saya berbicara, mereka (federasi) selalu menghukum saya. Tapi sekarang, semua orang sudah melihat semuanya, dan apa yang selama ini saya utarakan,”

“PSM Makassar seharusnya memang satu kali juara dalam dua tahun terakhir. Semoga keadilan bisa ditegakkan, dan sepakbola Indonesia bisa terus maju kedepan,” pungkasnya.

View this post on Instagram

Baguusssss

A post shared by robert rene alberts (@robertrenealberts) on

Robert Alberts memang selama ini jadi salah satu pelatih yang sangat vokal dalam memberikan kritikan kepada PSSI maupun wasit. Tak jarang pernyataan pedas mantan pelatih Arema Indonesia ini memang berujung hukuman dari Komdis PSSI.

Awal musim ini, Robert yang masih memiliki kontrak beberapa musim kedepan bersama PSM, dengan mengejutkan memilih mundur dari tim asal Sulawesi tersebut, dengan alasan ingin fokus memulihkan kesehatannya yang sempat menurun.

Robert pun memilih kembali ke Kuala Lumpur, dan beristirahat sembari melakukan pengobatan secara intensif.

 

Komentar

komentar