STRIKER.ID-Seperti musim-musim sebelumnya, Liga 1 Indonesia masih didominasi pelatih impor sebagai nahkoda masing-masing. Lalu apa yang menjadi alasan klub lebih menyukai sosok non lokal? Mungkin inilah 4 alasannya.

Saat ini tercatat, dari 18 kontestan Liga 1 2019, 11 tim diantarannya menggunakan jasa pelatih asing. Berikut adalah daftar tim dan pelatihnya di Liga 1 2019:

Simak juga:

  1. Arema FC: Milomir Seslija

2. Bali United: Stefano Cugurra

3. Kalteng Putera: Gomes De Oliviera

4. Madura United: Dejan Antonic

5. Persib Bandung: Miljan Radovic

6. Barito Putera: Jacksen F Tiago

7. Borneo FC: Fabio Lopez

8. Persipura Jayapura: Luciano Leandro

9. Bhayangkara FC: Angel Alvredo Vera

10. PSM Makassar: Darije Kalezic

11. Persija Jakarta: Ivan Kolev

Tim dengan pelatih lokal

12. Persela Lamongan: Aji Santoso

13. PSS Sleman: Seto Nurdiantoro

14. Perseru: I Putu Gede*

15. PSIS Semarang: Jafri Sastra

16. Semen Padang: Syafrianto Rusli

17. Tira Persikabo: Rahmad Darmawan

18. Persebaya Surabaya:Djajang Nurjaman

*posisinya belum pasti, bisa berubah, karena tim diakuisisi dan pindah ke Lampung

Alasan tim-tim Indonesia lebih suka gunakan tenaga pelatih asing

  1. Lisensi 

Salah satu alasan utama klub Indonesia menggunakan jasa pelatih asing adalah lisensi. Karena standar Liga 1 sebelumya adalah minimal A AFC, dan pada musim 2017, tidak sangat banyak pelatih lokal yang memiliki lisensi tersebut. Sehingga penggunaan jasa tenaga pelatih dari luar negeri jadi solusi cepat.

Akhirnya, hal ini juga disikapi PSSI dengan rajin menggelar kursus dan pengambilan lisensi kepelatihan di berbagai level. Bahkan yang terakhir, federasi menggelar licensing untuk level tertinggi, yaitu AFC Pro yang diikuti sejumlah pelatih lokal.

2. Pengalaman 

Alasan lain klub pada akhirnya memilih jasa pelatih impor, karena mereka dinilai lebih berpengalaman, dibandingkan pelatih lokal.

Harapannya, pelatih asing akan mampu membuat tim yang dipegang jadi jauh lebih berprestasi dibandingkan dengan pelatih lokal, bermodal pengalaman melatih di berbagai negara.

3. Lebih dihormati

Alasan ketiga sebuah klub Indonesia akhirnya memutuskan menggunakan pelatih dari luar negeri, karena mereka menganggap pelatih impor akan lebih dihormati dan disegani oleh para pemain.

Hal ini diharapkan bisa menciptakan kedisiplinan di dalam tim dengan level yang lebih tinggi, dibandingkan ketika skuat berada di bawah kepelatihan pelatih lokal.

4. Gengsi

Bisa jadi, inilah alasan terakhir, sebuah klub memastikan mengontrak pelatih asing, yaitu gengsi. Ya, bagaimanapun menggunkan jasa pelatih asing jelas membuat gengsi dan kehormatan sebuah klub jadi terangkat. Dimana biasanya hal ini berimbas pada nilai tawar klub kepada pihak sponsor.

Komentar

komentar