STRIKER.ID –Sebuah unggahan dari petinggi Polri yang juga anggota Satgas Anti Mafiabola, Krishna Murti mendapatkan reaksi dari klub kontestan Liga 1, Arema FC dan pendukung setianya Aremania. Unggahan tersebut dinilai mendiskreditkan keberadaan Aremania.

Postingan yang kini menjadi ramai tersebut, berisikan sebuah foto yang berisi kolase gambar suporter Indonesia yang terindikasikan Aremania, tampak sedang turun ke lapangan, dan bagian bawahnya ada foto suporter tim luar negeri.

Baca juga:

Selain foto, Krisnha juga memberikan beberapa keterangan seperti ini:

ang bawah Supporter bola beda tim di LN.. Yang atas bukan penonton bola.. #kmupdates

View this post on Instagram

Yang bawah Supporter bola beda tim di LN.. Yang atas bukan penonton bola.. #kmupdates

A post shared by Krishna Murti (@krishnamurti_bd91) on

Unggahan tersebut diposting oleh akun Instagram Krishna Murti yang beralamat di krisnhamurti_bd91, pada Selasa (06/03) pagi.

Unggahan inipun langsung memicu reaksi keras dari Aremania. Kolom komentar unggahan tersebut pun, penuh berisi kecaman suporter Singo Edan, yang menyayangkan penggunaan foto yang merujuk kepada kelompok suporter mereka tersebut.

aang: Postingannnya bagus sekali ndan bikin saya kesel , saya jujur merasa kecewa liatnya ndan, saya sendiri sebagai aremania, memang itu kami, tapi sebaiknya jangan diungkit ungkit lagi , kita sudah berbenah untuk arema dan aremania, menjadi lebih baik lagi

Boy: Kami keluarga besar aremania mohon maaf bila kami melakukan kesalahan pak @krishnamurti_bd91 kami hanya kelompok suporter yang mendukung tim kebanggaan kami tapi tolong pak jangan menyudut kan kami mohon maaf bila kami salah🙏🙏🙏🙏🙏

Arema FC Sesalkan dan minta klarifikasi

photo: striker.id/sudarmaji

Sementara, pihak klub Arema FC juga memberikan respon atas unggahan tersebut. Kubu Singo Edan menyayangkan unggahan yang menyudutkan satu pihak dan memicu kontroversi tersebut.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh media officer Arema FC Sudarmaji, mewakili manajemen klub dengan logo khas singa itu.

“Kami Menyayangkan upload status petinggi Polri tersebut. Mungkin beliau tidak tahu foto suporter yang diupload. Namun kami tetap perlu memberikan tanggapan agar tidak terjadi pro dan kontra ditengan klub liga 1 sedang kampanye perdamaian supporter agar sepakbola kita lebih baik,” kata Sudarmaji.

Menurutnya, foto yang diunggah tersebut adalah foto lama, dimana pada laga antara Arema FC kontra Persib di Stadion Kanjuruhan tersebut, pihaknya juga sudah menerima hukuman dari PSSI.

“Foto yang diunggah adalah foto setahun lalu saat Arema lawan Persib Bandung di Std Kanjuruhan di Liga 1. Baik Arema FC dan Aremania telah mendapatkan sanksi dan telah menjalankannya. Sanksinya selain sanksi denda sampai sekitar 350 juta dan pengosongan tribun penonton dlm beberapa pertandingan,” lanjutnya.

“Semua peristiwa yg terjadi tahun 2018 menjadi intropeksi bahkan Arema dan Aremania tidak mengajukan banding bahkan ikhlas menjalankan sanksi sampai Liga 1 berakhir.
Usai Liga 1 2018 berakhir kira melakukan intropeksi bahkan bersinergi baik dengan dgn kepolisian baik di Malang raya maupun Polda Jatim,”

Sudarmaji sendiri masih mencoba berpikir positif, dengan berharap unggahan Krisnha Murti tersebut menjadi refleksi dan pengingat, agar Aremania bisa selalu kreatif.

“Namun kita coba berprasangka baik saja semoga unggahannya agar aremania dan fans yang lain lebih kreatif. Tapi akan lebih bijak jika tdk dgn mengambil contoh salah satu fans. Karena justru pro kontra,”

“Apalagi rekan kita di kepolisian membawa misi mengayomi. Dan itu kejadian setahun lalu dimana kita klub dan aremania sdh melakukan audiensi dan membangun kesadaran bersama dgn pihak kepolisian di Malang,”

Pria asal Banyuwangi ini juga menginginkan agar Krisnha Murti bisa merespon pernyataan resmi dari Arema ini, dan juga memberikan klarifikasi, agar hubungan baik antara Aremania dan kepolisian yang selama ini sudah terjalin bisa tetap terjaga.

“Akan lebih bijak jika tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada beliau untuk memberi klarifikasinya agar hubungan baik aremania dan pihak kepolisian selama ini terjaga dan makin bersinergi dan aremania sendiri dalam beberaapa pertandingan mereka sdh berproses menjadi baik bahkan saat ini juga klub sedang kampanye kebaikan menyebar virus perdamaian,”

“Karena itu tentu pihak kepolisian akan mendukungnya. Kami juga memohon agar Aremania menahan diri dan sabar, berilah tanggapan yang positif dan konstruktif,” pungkasnya.

Komentar

komentar