Foto: ahmad anshori

STRIKER.ID – Dalam beberapa musim terakhir bersama Persela Lamongan, pelatih Aji Santoso sukses mengorbitkan beberapa pemain baru, dari bukan siapa – siapa jadi berlevel nasional.

Salah satu yang paling melejit, adalah Saddil Ramdani. Dibawa dari Akademi ASIFA ke Persela tiga tahun lalu, pemain asal Sulawesi ini langsung melejit. Ia menjadi langganan Timnas, bahkan kini sudah bermain untuk tim asal Malaysia Pahang FA.

Selepas Saddil, Persela bersama Aji Santoso juga masih mengorbitkan pemain – pemain lain. Sebut saja, Arif Satria, mantan pemain amatir, yang kini justru jadi pemain belakang yang ditakuti lawan, atau juga Gian Zola yang musim lalu sempat tersingkir dari Persib, dan kembali ‘hidup’  di Persela Lamongan.

Baca juga:

Selain pemain – pemain tersebut, musim 2019 ini tampaknya Persela juga sudah siap mengorbitkan sejumlah bintang baru kembali. Hal tersebut, setidaknya terlihat dari bebeapa muka ‘asing’ yang bermain ciamik, kala Laskar Joko Tingkir membenamkan Arema FC  1-0, di Kanjuruhan, pada laga kedua Piala Presiden 2019.

Setidaknya, ada nama M Hambali Tholib, gelandang berusia 18 tahun, yang bermain baik dalam laga tersebut. Sebelum gabung Persela, Hambali adalah bagian dari Sriwijaya FC. Begitu juga dengan Malik Risaldi, pemain depan berusia 23 tahun yang sudah menyumbangkan satu gol, dan satu asisst selama gelaran babak grup Piala Presiden 2019 di Malang.

Menurut Aji Santoso, munculnya bintang – bintang baru tersebut, bukan instant dan kebetulan saja. Melainkan hasil dari seleksi, pengamatan ketat, dan yang paling penting adalah keberanian dari pelatih dan juga klub untuk memberikan kepercayaan dan jam terbang kepada mereka.

Menurut Aji, memang hasil akhir belum tentu selalu berjalan positif di awal, dengan kekuatan pemain muda. Namun dengan berjalannya proses, ia yakin para bintang muda dan baru ini akan semakin bersinar dan memberikan dampak positif kepada tim.

“Indonesia ini tidak pernah kehabisan talenta baru dalam sepakbola. Tinggal bagaimana kita melakukan seleksi, pembinaan, menanamkan rasa percaya diri kepada mereka saja,” ucap Aji kepada Striker.id, Senin (11/03) di Malang.

“Kemudian yang terpenting, adalah keberanian kita sebagai pelatih, dan juga klub untuk memberikan kepercayaan kepada talenta muda turun bertanding, bahkan sebagai starter. Tidak akan langsung manis memang hasilnya, namun saya yakin dengan begini, para pemain ini akan semakin terbentuk karakternya,” lanjutnya.

Aji sendiri percaya, masih banyak talenta hebat di luar sana yang bisa bersinar terang di sepakbola Indonesia. Mereka hanya menunggu kesempatan untuk membuktikan diri. Untuk itu, mantan kapten Timnas Indonesia ini pun berharap, selain pihaknya, akan banyak klub dan pelatih lain yang berani memberikan porsi lebih kepada pemain muda.

“Saya bukan mengintervensi dapur klub lain. Tapi saya berharap mereka, juga bisa memberikan porsi lebih kepada pemain muda, agar mereka bisa berkembang. Selain positif untuk klub, tentu juga akan baik untuk Timnas kita,” tutup mantan pelatih Timnas U-23 tersebut.

Komentar

komentar