STRIKER.ID – 2019, tampaknya akan jadi tahun penting dalam persepakbolaan di Kota Malang. Baru memasuki triwulan pertama pada tahun 2019, berbagai capaian apik sudah diraih oleh sepakbola dari Kota Pelajar ini.

Persepakbolaan di Kota Malang memang bisa dibilang nyaris ‘mati suri’ dalam beberapa waktu terakhir. Hal tersebut seperti tampak dari bagaimana pada akhirnya klub Persema Malang yang sudah tak lagi bercokol di kasta tertinggi. Lalu juga mandegnya kompetisi internal di Askot PSSI Kota Malang karena berbagai hal, serta juga gagal lolos ke babak utama Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) V di Banyuwangi pada 2015 yang lalu.

Namun memasuki tahun 2019, seiring dengan perubahan tampuk kepemimpinan di Askot PSSI Kota Malang yang kini berada di tangan Haris Thofly, peruntungan sepakbola Kota Malang mulai berubah.

Saat ini  setidaknya ada tiga tanda kebangkitan dari dunia si kulit bundar Kota Malang, yang menandakan mereka akan kembali bersiap menjadi salah satu barometer sepakbola nasional, persis seperti apa yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu.

Baca juga:

Apa sajakah tanda – tanda tersebut?

  1. Persema Malang kembali ke Askot PSSI Kota Malang 

Foto: Yona Arianto, striker.id

Berita gembira diterima oleh Askot PSSI Kota Malang pada awal tahun ini. Dimana klub Persema Malang yang sebelumnya lepas dari mereka dan dikelola pihak swasta, kini sudah kembali dalam pelukan mereka kembali.

Lepasnya Persema Malang yang secara organik memang seharusnya berada di di bawah PSSI Kota Malang, lantaran adanya konflik dan dualisme kompetisi di masa lalu. Yang mengakibatkan Persema Malang sempat dibekukan oleh federasi.

Mengisi kekosongan tersebut, lalu Askot PSSI Kota Malang membuat Persema 1953, yang saat itu mengikuti Liga Nusantara. Bahkan di kompetisi 2018, Persema 1953 sempat melaju hingga babak 32 besar Liga 3 nasional. Sedangkan Persema Malang justru absen berkompetisi.

Sekarang, Persema Malang sudah kembali bersama PSSI, Haris Thofly sendiri bertekad untuk bisa mengembalikan nama besar Bledek Biru, sebagai klub legendaris Liga Indonesia, yang menjadi penghasil pemain nasional.

Saat ini, Persema Malang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Liga 3, yang jadwal pelaksanaanya masih menunggu dari PSSI.

2. Loloskan tim sepakbola dan tim futsal ke babak utama Porprov 

Sebuah capaian manis juga sudah diraih oleh Askot PSSI Kota Malang di level regional Jatim. Dimana, mereka berhasil meloloskan tim sepakbola plus tim futsal ke babak utama Porprov VI yang akan diadakan medio pertengahan 2019 ini.

Catatan ini terbilang istimewa, karena di Porprov V Banyuwangi pada 2015 lalu, Kota Malang meraih catatan negatif, karena kali pertama gagal meloloskan tim sepakbola ke babak utama Porprov.

Menurut Haris Thofly capaian ini adalah hasil kerja keras para pengurus PSSI dan juga pembina sepakbola di Kota Malang, dalam jangka satu tahun terakhir, untuk bisa menghasilkan tim yang bagus, baik untuk sepakbola, maupun juga futsal.

Untuk sepakbola, Haris mentargetkan anak asuhnya bisa masuk ke babak final,sedangkan futsal, diharapkan bisa meraih medali emas pada ajang pesta olahraga terbesar se-Jatim tersebut.

Prev1 dari 2
Klik Next untuk melihat halaman selanjutnya

Komentar

komentar