Photo: La Nyala Mattaliti saat menjelaskan penanganan mafia bola/striker.id

STRIKER.ID – Satgas Antimafia Bola akhirnya resmi melakukan penahanan kepada mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Hal tersebut dilakukan, seusai Joko diperiksa untuk kali kelima atas kasus dugaan perusakan barang bukti, yang dilaksanakan di Polda Metro Jaya, Senin (25/03).

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Joko resmi dinyatakan sebagai tahanan hingga proses pemeriksaan selanjutnya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo, seusai pria yang akrab disap Jokdri tersebut diperiksa mulai pukupl 10.00- 14.00 WIB.

Baca juga:

“Ditahan di Polda Metro Jaya untuk sekarang tanggal 25 Maret 2019 sampai 13 April 2019,  20 hari ke depan,” ujar Hendro di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/3).

Dipaparkan Hendro, penahan Jokdri berdasarkan atas tindakan yang tercantum dalam pasal 363, 235, 233 dan 221 Junto Pasal 55 KUHP. Jokdri dinyatakan mempunyai motif agar pihak berwajib tidak bisa lagi melakukan penggalian lebih dalam atas bukti yang dibutuhkan dalam kasus tersebut.

Ditambahkan Hendro, perusakan barang bukti itu, juga bertujuan agar keterkaitan dengan Jokdri dengan kasus pengaturan skor yang sudah membuat 6 tersangka lainnya ditangkap, tidak bisa terungkap.

“Dia melakukan pengambilan barang bukti, kemudian perusakan barang bukti, perusakan segel. Tapi ada keterkaitan dengan pengaturan skor pada LP pelapor Ibu Lasmi yaitu di Banjar Negara, karena ada kelengkapan dokumen yang harus kita cari. Itu ada di kantor Komdis. Saat kita butuhkan, itu dirusak,” beber Hendro.

Joko Driyono saat pidato di kongres PSSI Jatim

Masih menurut Hendro, bahwa upaya perusakan barang bukti, juga memiliki tujuan agar pengungkapan dugaan pengaturan skor yang lain gagal di tengah jalan.

“Motif dia ada beberapa hal yang kita akan dalami terkait peran dia dalam pengaturan skor untuk kasus yang lain sehingga ada upaya dari dia untuk menghilangkan, memusnahkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan,” ucap Hendro lebih lanjut.

Pertimbangan Satgas untuk sebelumnya tak langsung menahan Jokdri, karena pihak kepolisian masih memeriksanya sebagai saksi demi mencari bukti yang dibutuhkan sampai hari ini.

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan perusakan barang bukti yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus pengaturan skor di Liga Indonesia. Ia mendapatkan status tersangka pada 14 Februari yang lalu.

 

Komentar

komentar