STRIKER.ID – Arema FC jadi fenomena baru di ajang Piala Presiden 2019, dengan kesuksesan mereka mengunci satu tempat di partai final, seusai menggulung Kalteng Putra dengan total 6-0 di semifinal.

Kehadiran pelatih Milomir Seslija jelas jadi faktor utama kesuksesan Arema FC di pentas Piala Presiden 2019 kali ini.

Namun sebenarnya apa sajakah yang disuntikkan dan dirubah mantan pelatih Persiba Balikpapan ini dari Singo Edan, hingga mampu bermain sangat trengginas di ajang pra musim kali ini?

Simak juga:

Simak ulasan dan analisa kami berikut ini:

  1. Disiplin tinggi

Photo: Aremafcofficial

Pasca kekalahan di kandang yang menyakitkan dari Persela Lamongan pada babak grup Piala Presiden beberapa waktu lalu. Milo Seslija langsung mendrill anak asuhnya untuk bisa bermain lebih disipilin, khususnya di lini belakang, serta transisi permainan.

Bahkan Milo sampai mengeluarkan kalimat ancaman bagi pemain yang coba – coba keluar dari disiplin permainan dan mengutamakan individualisme.

Hasilnya, lini belakang Arema sekarang tampak tampil lebih kuat. Meskipun sempat secara bergantian ditinggalkan dua bek tengah andalan mereka Arthur Cunha da Rocha dan Hamka Hamzah. Kedisiplinan tinggi, membuat siapapun yang mengisi poros pertahanan Arema tampak tampil prima dan sulit untuk menembus lini pertahanan sejak dari lini tengah.

Milo juga tampak menuntut bukan hanya bek yang wajib disipilin dalam bertahan, namun jajaran gelandang dan penyerang sayap juga dia minta mau disiplin untuk turun membantu lini belakang.

2. Komunikasi rapi

photo: striker.id/pemain asing Arema FC Pavel Smolyachenko

Selain disiplin, komunikasi antar pemain dan antar lini Arema FC juga tampak jauh lebih baik saat ini. Nyaris tidak kita temukan kesalahan dari tiap pemain dalam melakukan komunikasi ketika melakukan transisi, baik bertahan maupun menyerang. Hal ini membuat permainan Arema jadi tampak lebih rapi dari sulit dirusak lawan.

3. Beri kebebasan pemain berkreasi

Photo: striker.id/makan konate

Meskipun menerapkan disipilin tinggi di atas lapangan hijau, namun Milo Seslija masih memberikan ruang bagi para pemainnya untuk bisa berkreasi dan keluar dari zona nyaman. Seperti halnya yang dilakukan Ricky Kayame dengan aksi – aksi individualnya. Begitu pula dengan Makan Konate yang diposisikan sebagai free role player di sektor tengah.

Tampaknya Milo memang menyadari, ada beberapa pemain Arema FC yang memang punya skill individu di atas rata – rata, dan hal ini bisa menjadi senjata berbahaya.

4. Bangkitkan kepercayaan diri pemain

Hal utama yang tampak menonjol dari skuat besutan Milomir Seslija, adalah bagaimana, para pemain bisa tampil percaya diri. Bahkan beberapa pemain yang sebelumnya tampil labil, kini di bawah besutan Milo justru menunjukkan performa impresif.

Sebut saja kiper Kurniawan Kartika Ajie, bek Ikfanul Alam, gelandang Dendi Santoso dan juga penyerang Ricky Kayame.

Pada pra musim 2019, khususnya di Piala Presiden mereka seperti bisa kembali bangkit dan menemukan kepercayaan dirinya, sehingga bisa tampil lepas dan tanpa beban.

 

Komentar

komentar