STRIKER.ID – Piala Presiden 2019 sudah berakhir. Arema FC tampil sebagai jawara turnamen pra musim terbesar di Tanah Air tersebut. Namun ada sisi lain dari Piala Presiden yang layak anda ketahui, yaitu insan – insan sepakbola profesional yang akhirnya menjadi ‘korban’.

Piala Presiden tampaknya bukan sekedar turnamen pra musim untuk memburu hadiah besar yang ada. Melainkan juga ajang bagi setiap klub untuk memberikan penilaian kepada pemain dan pelatih, sebelum terjun di kompetisi sebenarnya Liga 1 2019.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa akhirnya Piala Presiden 2019, membuat sejumlah pemain dan pelatih akhirnya tersingkir dari tim. Namun bukan soal prestasi saja, beberapa punggawa diantaranya harus absen bahkan terdepak karena mendapatkan cedera. Siapa saja mereka? Simak ulasannya berikut ini:

Simak juga:

  1. Fabio Lopez (Borneo FC)
Fabio (Kanan), Tribunnews.com

Pelatih Borneo FC yang baru dikontrak awal tahun ini Fabio Lopez, terpaksa harus berpisah dengan Pesut Etam, setelah Lerby Eliandri dkk jadi bulan -bulanan di ajang Piala Presiden 2019.

Pada awal April 2019, kubu Borneo mengumumkan perpisahan dengan pelatih asal Italia tersebut. Bos klub Nabil Husein, menyebut keputusan ini hasil evaluasi bersama, dan merupakan kesepakatan kedua belah pihak. Kini Borneo FC tengah mencar figur pelatig baru.

2. Ezquerdinha (Bhayangkara FC)

Piala Presiden 2019 memang dijadikan ajang trial bagi winger asal Brasil yang diproyeksikan sebagai suksesor Paulo Sergio yang memilih hengkang ke Bali United,

Harapan untuk Esquerdinha untuk dikontrak Bhayangkara memang sempat muncul, ketika tim juara Liga 1 2017 tersebut lolos dengan sempurna ke babak gugur.

Namun kekalahan telak dari Arema FC 4-0 membuat manajemen mengambil keputusan berbeda, Esquerdinha akhirnya batal dikontrak, dengan alasan performa yang belum sesuai.

3. Washington Brandao (Persela)

foto: bola.net

Senasib dengan Esquerdinha, Washington Brandao juga melakoni Piala Presiden sebagai masa trial nya. Penampilan striker asal Negeri Samba ini di atas kertas juga tidak buruk – buruk amat. Tiga gol dari empat laga, dan menghantarkan Persela lolos ke fase gugur, dengan jadi juara grup di Malang.

Namun perjalanan Persela yang distop Madura United di fase gugurlah, yang tampaknya membuat tim pelatih dan manajemen Persela berpikir ulang tentang keberadaan Brandao. Hingga akhirnya kini ia dilepas oleh kubu Laskar Jaka Tingkir.

Pelatih Aji Santoso beralasan, pelepasan ini terkait dengan gaya bermain Brandao yang tidak cocok dengan skema main Persela.

Prev1 dari 2
Klik Next untuk melihat halaman selanjutnya

Komentar

komentar