photo: striker.id/agoes soerjanto

STRIKER.ID –  Kubu Arema FC tak bisa menerima sanksi yang dikenanakan oleh Komdis PSSI atas peristiwa kericuhan di Stadion Maguwoharjo Sleman pada laga pembuka Liga 1 2019. Arema sendiri akan mengajukan banding atas sanksi denda Rp 75 juta yang dikenakan oleh Komdis PSSI tersebut.

Baca juga:

Bahkan atas sanksi tersebut, CEO Arema FC Agoes Soerjanto merasa marah. Ia beralasan, bahwa apa yang terjadi, adalah akibat kelalaian dan ketidakmampuan panpel tuan rumah dalam memberikan perlindungan dan kenyamanan kepada tim dan fans tamu. Hingga seharusnya mendapat hukuman yang lebih berat

“Jangankan tim tamu. Saat laga pembuka juga terdapat undangan penting seperti kepala daerah setempat, pimpinan daerah lainnya serta petinggi PSSI dan LIB, apalagi ini laga pembuka Panpel tentunya sdh hrs mempersiapkan jauh lebih baik dari laga biasa. Faktanya justru timbul ricuh karena ketidaksiapan panpel. Jika tidak siap sejak awal ajukan penundaan,” ujarnya.

Ditambakan pria yang akrab disapa Agoes Soer ini, fakta yang dikemukakan dari laporan polisi setempat bahwa ada ratusan Aremania yang terluka, dan lebih dari 40 kendaraan roda empat yang mengalami kerusakan. Ia pun mempertanyakan, ganti rugi tersebut menjadi tanggung jawab siapa?

“Bahkan Aremania diluar stadion mulai laga berlangsung sampai pulang dilempari mercon, flare, kembang api bahkan ada molotov, batu dan benda benda tajam. Bagaimana tidak berdampak secara psikis kepada pemian dan suporter saat itu. Bahkan sekarang masih ada yg mengalami trauma,” paparnya.

Dengan pertimbangan diatas dan akan disampaikan bukti bukti bahwa panpel tuan rumah tidak siap. Maka Arema FC bersiap untuk mengajukan banding untuk mendapatkan perlakuan yang adil dan obyektif. Serta semata mata,kata Agoes, untuk menegakkan regulasi dan hukum sepakbola setegak tegaknya agar sepakbola Indonesia bermartabat dan berkualitas.

 

Komentar

komentar