STRIKER.ID – Liga 3 Propinsi Jatim sedang berbenah, pasca beberapa laga yang berakhir dengan ricuh. Salah satu resolusi yang dihasilkan adalah perbaikan kualitas perangkat pertandingan. Namun sayangnya, hal ini belum bisa terwujud dala waktu dekat.

Baca juga:

Salah satunya dalam laga antara tuan rumah Sumbersari FC kontra Persema Malang di Stadion Gajayana, Minggu (13/10). Dalam laga yang berakhir dengan skor imbang 2-2 tersebut, pertandingan berjalan relatif normal, lancar dan menarik. Namun ternyata kedua kubu yang bertanding masih mengeluhkan kualitas pengadil di lapangan.

Dari tuan rumah Sumbersari pemain belakang M Fadel Ramadhan menyayangkan keputusan-keputusan wasit, khususnya ketika ada pelanggaran dari lawan di kotak penalti yang seharusnya berbuah tendangan penalti namun tidak diberikan.

“Kami kecewa dengan keputusan wasit. Tadi yang harusnya dapat penalti tapi dibiarkan saja,” tutur Fadel.

Sementara, dari kubu tim tamu, pelatih kepala ‘Eweng’ Irwanto juga menghardik keras kinerja perangkat pertandingan. Hal tersebut bermuara pada dua gol Persema yang tidak disahkan dalam laga tersebut.

Menurut Eweng, kinerja perangkat pertandingan yang seperti ini, yang akan sulit membuat sepakbola di Indonesia menjadi maju.

“Kalau gol pertama yang dianulir saya masih tidak masalah, karena kans nya memang fifty – fifty untuk offside. Tapi untuk gol kedua tadi, saya tahu sendiri Ciput (Ciputra Ari) muncul dari belakang, dan masih jauh dari pemain lawan. Sekarang bagaimana di Indonesia bisa maju, dengan gol – gol macam begini, kalau muncul dari belakang dikira offisde. Saya sangat kecewa dengan kepemimpinan perangkat pertandingan, terutama hakim garis,” tegas Eweng.

Sebelumnya, PSSI Asprov Jatim sempat mengancam akan memberhentikan Liga 3 di tengah jalan, menyusul beberapa laga yang berakhir ricuh dalam beberapa pekan terakhir. Namun ancaman tersebut urung dilakukan, pasca pertemuan antara petinggi klub Liga 3 dan pihak Asprov Jatim.

Hingga diambil keputusan liga tetap berjalan dengan beberapa persyaratan. Seperti klub, dan suporter harus lebih tunduk pada peraturan, juga peningkatan dan penertiban kualitas perangkat pertandingan, yang juga disinyalir jadi salah satu penyebab banyaknya ricuh yang terjadi.

 

Komentar

komentar