STRIKER.ID – PT Liga Indonesia Baru, akhirnya langsung merespon keputusan PSSI untuk kembali menggulirkan lanjutan gelaran Liga 1 2020, yang sejak Maret lalu dihentikan akibat pandemi covid-19. Rencana Liga 1 yang akan kembali bergulir pada Oktober 2020 tersebut, akan dilakukan tanpa penonton.

Nah, tentu saja, ini akan jadi sejarah baru bagi Liga Indonesia, jika memang kompetisi yang dihelat mulai Oktober 2020- Februari 2021 tersebut akan diadakan dengan tanpa penonto, akibat pandemi covid-19 yang belum menunjukkan tanda mereda dengan signifikan.

Lalu, apa yang bisa terjadi jika kompetisi yang nanti nya akan langsung start dari pekan ke-5 tersebut digelar tanpa penonton bisa datang ke stadion? Simak ulasan khas Striker.id berikut ini:

  1. Klub kehilangan pendapatan

Photo: Aremafcofficial

Hal utama yang pasti akan terjadi, adalah klub – klub bakal kehilangan pendapatan secara signifikan. Karena, kita semua tahu, bahwa penonton yang datang ke stadion adalah salah satu sumber utama pendapatan, khususnya bagi klub dengan basis suporter besar di Tanah Air.

Manajer Arema FC Ruddy Widodo sempat mengungkapkan, tanpa penonton, timnya bisa kehilangan pendapatan hingga 25-30% jika liga digelar dengan tanpa penonton sama sekali.

2. Pedagang dan PKL juga kehilangan pendapatan

Tidak bisa dipungkiri, pertandingan sepakbola di seantero Indonesia adalah pusat ekonomi. Banyaknya massa, menjadi daya tarik bagi banyak pedagang kecil, asongan dan kaki lima yang juga selalu menyerbu sebuah pertandingan sepakbola.

Namun dengan keputusan tanpa penonton tersebut, para pedagang yang biasa menjajakan dagangannya di sekitar dan dalam stadion kini tak bisa lagi berharap banyak.

Simak juga:

3. Minim Hukuman Untuk TimĀ 

photo: jawapos.com

Bukan rahasia umum, banyaknya sanksi yang dikeluarkan Komisi Disiplin PSSI selama ini kepada klub, juga banyak diakibatkan dari oknum suporter. Seperti menyalakan flare, melakukan pelemparan, hingga masuk ke areal lapangan.

Dengan kepastian Liga 1 2020 berjalan tanpa penonton untuk sementara. Salah satu faktor pelanggaran tersebut sudah hilang. Sehingga hampir bisa dipastikan, sanksi juga akan berkurang bagi tim – tim kontestan kompetisi kasta tertinggi di Indonesia tersebut.

4. Tanpa kreatifitas suporter

Tanpa penonton, berarti juga tanpa suporter. Padahal seperti kita ketahui, suporter tim – tim Indonesia termasuk yang paling militan dan kreatif. Aksi – aksi mereka selalu bisa menghibur, baik untuk penonton yang hadir langsung di stadion, ataupun juga menyaksikan dari layar kaca.

Hanya saja, di lanjutan Liga 1 2020 Oktober mendatang, sisi entertain tersebut bisa dipastikan hilang. Karena memang laga dipastikan tanpa penonton. Sehingga tentu hal ini juga harus menjadi PR bagi PSSI, PT LIB dan klub – klub, untuk tetap bisa menghadirkan sisi entertain dalam setiap laga Liga 1 2020 mendatang.

Komentar

komentar