IHSG Naik, Rupiah Melemah Terhadap Dollar

Striker.id – Pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu, 5 Juni 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif. Berbeda dengan IHSG, mata uang rupiah mengalami pelemahan di pasar spot. Berdasarkan data dari RTI pada pukul 09.03 WIB, IHSG bergerak di zona hijau pada level 7.114,83. Mengalami kenaikan sebesar 15,5 poin atau 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level 7.099,31. Pada saat yang sama, 154 saham tercatat naik di zona hijau. Sementara 161 saham berada di zona merah, dan 172 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi hingga saat ini telah mencapai Rp 717,02 miliar dengan volume perdagangan sebesar 1,9 miliar saham.

” Baca Juga: Kunjungan Pemprov DKI ke Jemaah Haji Menjelang Puncak Ibadah “

Proyeksi Penguatan IHSG dan Dampak Saham Blue Chips

William Hartanto, pendiri WH Project, menyatakan bahwa IHSG berpotensi mengalami penguatan setelah pada hari sebelumnya saham-saham blue chips terus menguat. Ini memberikan dukungan signifikan bagi IHSG. Kondisi ini dinilai berhasil meredakan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap peraturan full call auction (FCA) yang dianggap bisa mengganggu pergerakan pasar menjadi tidak natural. William mencatat bahwa optimisme pelaku pasar mulai kembali, ditandai dengan peningkatan nilai transaksi IHSG. Jika dilihat dari analisis teknikal, IHSG masih bergerak dalam area demand zone pada rentang 7.000 hingga 7.180. Dengan target penguatan berikutnya berada pada level 7.180.

Kinerja Bursa Asia

Mayoritas bursa Asia juga bergerak di zona hijau. Strait Times naik tipis sebesar 0,02 persen atau 0,68 poin ke level 3.339,62, indeks Komposit Shanghai juga bertambah 0,02 persen atau 0,7 poin ke level 3.091,96, dan Hang Seng di Hong Kong naik sebesar 1,21 persen atau 227,53 poin ke level 18.671,64. Sementara itu, indeks Nikkei di Jepang turun sebesar 1,05 persen atau 407,6 poin, berakhir di level 38.429,89.

Baca Juga :  Rekomendasi Ekspedisi Pengiriman Barang Terbaik dari Malaysia ke Indonesia

Pelemahan Rupiah Terhadap Dollar AS

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pada pagi ini melemah. Data dari Bloomberg pada pukul 09.07 WIB menunjukkan rupiah berada pada level Rp 16.263 per dollar AS, turun 43 poin atau 0,27 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 16.220 per dollar AS. Ariston Tjendra, pengamat pasar uang, menyebutkan bahwa meskipun rupiah melemah, masih ada potensi penguatan terhadap dollar AS. Hal ini disebabkan data lowongan pekerjaan AS yang menunjukkan penurunan, membuka peluang lebih besar bagi kebijakan pemangkasan suku bunga acuan AS. Pelaku pasar masih menunggu data tenaga kerja AS lainnya yang akan dirilis pada Jumat malam. Menurut Ariston, rupiah hari ini berpotensi menguat ke arah Rp 16.180 per dollar AS. Dengan potensi resisten di kisaran Rp 16.250 per dollar AS.

” Baca Juga: Pengiriman Flash Disk oleh Aktivis Korea Selatan ke Korea Utara “

Kesimpulan

Pergerakan IHSG yang positif pada awal perdagangan di BEI mencerminkan optimisme pasar yang kembali pulih, terutama didorong oleh penguatan saham-saham blue chips. Di sisi lain, pelemahan rupiah di pasar spot menunjukkan ketidakpastian yang masih melingkupi pasar mata uang. Meskipun ada potensi penguatan yang diharapkan berdasarkan kondisi ekonomi AS yang menurun. Pelaku pasar terus memantau perkembangan ini dengan cermat, menyesuaikan strategi investasi mereka terhadap dinamika pasar yang ada.